TNI AD Ungkap Penyebab Ambruknya Jembatan Gantung di Pangandaran

CNN Indonesia
Jumat, 04 Sep 2026 17:05 WIB
Baru Diresmikan, Jembatan Merah Putih Di Pangandaran Runtuh. (Arsip Istimewa).
Jakarta, CNN Indonesia --

TNI Angkatan Darat mengungkap penyebab insiden ambruknya Jembatan Gantung Garuda di Pangandaran, Jawa Barat pada saat proses peresmian.

"Hasil investigasi menemukan adanya sejumlah kondisi teknis pada sistem jembatan yang secara bersama-sama memengaruhi kinerja struktur, termasuk kondisi pembebanan yang melebihi kapasitas penggunaan jembatan," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9).

Proses investigasi tersebut dilakukan terhadap berbagai bagian konstruksi dan sistem pendukung jembatan. Dalam investasi itu, tim menemukan sejumlah kondisi teknis, antara lain pengait block anchor yang mengalami patah, konfigurasi dan posisi block anchor terhadap pylon, sistem roller dan turnbuckle, konfigurasi sling bawah, serta perbedaan elevasi pada pylon.

Kemudian, pada saat kejadian, jembatan menerima beban secara bersamaan dari sekitar 50 orang, yang berdasarkan hasil analisis menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kinerja struktur.

Donny menyebut Jembatan Gantung Garuda merupakan jenis jembatan perintis yang dibangun sebagai solusi akses masyarakat, khususnya di wilayah dengan kondisi geografis yang menyulitkan bagi pembangunan jembatan beton.

"Jembatan perintis memiliki batas kemampuan atau kapasitas tertentu. Karena itu, aspek pembebanan menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam penggunaannya. Pada jembatan tersebut juga telah dicantumkan ketentuan mengenai batas jumlah orang yang dapat berada di atas jembatan," tutur dia.

TNI AD juga telah melakukan peningkatan terhadap sistem sling pada jembatan-jembatan perintis yang dibangun, termasuk peningkatan kekuatan sling sekitar 20 hingga 30 persen. Kendati demikian, seluruh sistem jembatan tetap harus digunakan sesuai kapasitas dan ketentuan yang telah ditetapkan.

"Kami tidak ingin menyalahkan siapa pun. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk memastikan seluruh aspek teknis dan ketentuan penggunaan benar-benar dipahami dan dipatuhi," ucap Donny.

Sebagai tindak lanjut hasil investigasi, TNI AD akan melakukan penanganan dan penyempurnaan secara menyeluruh terhadap bagian-bagian yang berkaitan dengan sistem struktur jembatan.

Kata Donny, evaluasi juga akan mencakup konfigurasi, keseimbangan, distribusi beban, serta penerapan ketentuan keselamatan pada jembatan perintis lainnya.

Donny menyebut sebelum kembali dimanfaatkan masyarakat, jembatan akan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan dan pengujian teknis sesuai kebutuhan untuk memastikan kelayakan penggunaannya.

"Hasil investigasi ini akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan dalam pelaksanaan pembangunan jembatan ke depan, sehingga infrastruktur yang dibangun benar-benar dapat memberikan manfaat secara optimal, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya, jembatan gantung Pongpet yang ada di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, runtuh saat Bupati Pangandaran Citra Pitriyami dan Dandim serta sejumlah pejabat meresmikan jembatan tersebut, Minggu (30/8).

Dalam video tersebut terlihat Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama Dandim 0625 Pangandaran dan sejumlah pejabat lainnya berada di atas jembatan.

Tiba-tiba, bagian jembatan mengalami kerusakan hingga membuat sejumlah orang yang berada di atasnya terjatuh. Beruntung, seluruh rombongan selamat.

Kapolsek Cijulang Iptu Dimas Aditama mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh penjabat yang hadir pun dinyatakan selamat dalam insiden tersebut.

"Aparat langsung melakukan pengamanan di lokasi. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dan situasi tetap aman serta kondusif," ujar Dimas, Senin (31/8).

(ugo/dis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK