Provinsi DKI Jakarta terima usulan dan akan mempertimbangkan kenaikan harga tiket Taman Margasatwa Ragunan.
Adanya usulan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Fajar Sauri ketika meninjau Pameran Flona Jakarta, Jumat (4/9).
"Usulannya ada pak, hasil dari kajian Universitas Indonesia sebesar Rp10 ribu, pak" kata Fajar kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramono mengaku belum menerima usulan tersebut secara langsung. Meskipun seperti itu, ia akan mempertimbangkan adanya kenaikan tiket tersebut.
"Kebetulan usulannya belum sampai di saya, tetapi saya akan mempertimbangkan. Kalau toh ada penyesuaian jangan kemudian memberatkan bagi pengunjung," ujar Pramono.
Ia juga menjelaskanbahwa tarif Ragunan masih terlalu murah jika dibandingkan dengan kebun binatang lainnya.
"Tapi, memang ragunan itu dibandingkan dengan kebun-kebun binatang di mana saja, terutama di ibukota negara itu terlalu murah banget. Sayatermasuk yang kemudian masih mempertahankan murah," ucapnya.
Sebelumnya, Komisi C DPRD DKI Jakarta dan pengelola Taman Margasatwa Ragunan (TMR) menyepakati kenaikan tiket Ragunan dari Rp4.000 menjadi Rp10.000.
Selama ini, APBD menanggung 70 persen biaya operasional Ragunan yang mencapai Rp160 miliar per tahun. Sedangkan, pendapatan mandiri pengelola masih stagnan di angka Rp30 miliar.
Maka dari itu, kenaikan tiket diharapkan mampu menekan beban subsidi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta dan memuluskan transisi Ragunan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang mandiri.
Jika kenaikan tiket ini diberlakukan, maka tiket Ragunan akan mengalami kenaikan pertamanya dalam 20 tahun.

