Gibran Pastikan Huntap Buat Penyintas Banjir di Tapsel Segera Dibangun
Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka memastikan pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi penyintas bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatra Utara (Sumut) segera dimulai.
Hal itu disampaikan Gibran saat melakukan kunjungan kerja ke Tapsel pada Jumat (4/9) ini.
"Saya pastikan, pemerintah terus melaksanakan tanggung jawabnya mempercepat pembangunan (Huntap)," kata Gibran didampingi Gubernur Sumut yang juga adik iparnya, Bobby Nasution saat mengunjungi hunian sementara (Huntara) di Desa Napa, Kecamatan Batangtoru.
Di lokasi itu, Gibran juga bertemu masyarakat penghuni Huntara yang berasal dari Desa Garoga dan Hutagodang, Kecamatan Batangtoru.
Mereka merupakan penyintas bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025 lalu. Setahun hampir berlalu, para penyintas itu masih tinggal di hunian sementara. Gibran pun meminta maaf, dan memastikan pemerintah akan mulai membangun hunian tetap (huntap).
"Saya menyampaikan permohonan maaf karena hingga kini warga masih harus tinggal di Huntara," jelasnya.
Gibran memastikan proses pembangunan Huntap akan dimulai September ini agar pemulihan pascabencana dapat berlangsung lebih cepat. Dengan begitu para Penyintas bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak.
"Sehingga semua bisa dapat kepastian tempat tinggal yang lebih layak dan aman," ujarnya.
Sebanyak 699 unit rumah akan dibangun pemerintah di atas lahan seluas 18 hektare, tepat di sebelah lokasi Huntara di Desa Napa.
"Sembari menunggu pembangunan Huntap selesai, pemerintah memastikan warga yang masih tinggal di Huntara tetap mendapatkan kehidupan yang layak," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bobby mengatakan Pemprov Sumut juga terus memberikan dukungan terhadap proses penyediaan Huntap, termasuk bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat terdampak.
"Beberapa tempat sudah ada Huntap yang selesai dibangun. Bagi yang belum, pemerintah telah berupaya secepatnya mendapatkan lahan untuk membangun. Salah satunya di sini, sehingga masyarakat mendapat kepastian untuk bisa tinggal di hunian tetap nantinya," ujar Bobby.
Selain meninjau Huntara dan lokasi Huntap, Gibran didampingi Bobby juga mengunjungi sejumlah lokasi pembangunan infrastruktur serta program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
"Yang terpenting itu masyarakat yang terdampak bencana bisa segera hidup lebih baik. Dan bisa memperbaiki kehidupan ekonominya. Karenanya yang dipikirkan bukan hanya hunian saja, tetapi faktor pendukung lainnya," kata Bobby.
Salah seorang warga penghuni Huntara, Eti, mengaku harus mengontrak rumah untuk tempat tinggal, meskipun biaya sewanya ditanggung pemerintah. Ia berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan huntap.
"Kami bersyukur juga, sebab pemerintah udah bangun rumah. Kami ucapkan terima kasih untuk pemerintah, udah (dibangunkan) huntara kami. Jadi harapanku, huntap cepat dibangun," ujar Eti.
(fnr/kid)