Sambung Rasa di Joho, Petani Milenial Kenalkan Melon Sweet Lavender

Pemkab Klaten | CNN Indonesia
Senin, 07 Sep 2026 16:35 WIB
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. (Foto: Arsip Pemkab Klaten).
Jakarta, CNN Indonesia --

Budidaya melon menjadi salah satu potensi pertanian yang dikembangkan masyarakat Desa Joho, Kecamatan Prambanan, Klaten. Hal itu terlihat dalam kegiatan Sambung Rasa yang digelar di desa tersebut, Rabu (3/9).

Salah satu petani yang mengembangkan komoditas tersebut ialah Irfan Tri Kusuma. Petani milenial dari Pamenang Farm itu memperkenalkan dua varietas melon yang dibudidayakannya, yakni Sweet Lavender dan Golden Aroma.

Budidaya melon tersebut turut menarik perhatian Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Bersama Ketua TP PKK Klaten Fahrani Hamenang, Hamenang bahkan turun langsung memetik buah melon di Green House Pamenang Farm yang berada tak jauh dari lokasi kegiatan Sambung Rasa.

Hamenang mengapresiasi potensi pertanian yang dikembangkan masyarakat Desa Joho. Menurutnya, pengembangan komoditas pangan di desa tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian dapat terus berkembang sekaligus mendukung ketahanan pangan.

"Maturnuwun (Terimakasih) di Joho ini luar biasa, ketahanan pangan (Ketapang) sudah bergerak dan berkembang. Ada jagungnya, ada buah-buahannya, dan sudah ada proteinnya. Kedepan semoga semakin berkembang. Ini bisa menjadi contoh bagi Desa yang lain," ujar Hamenang.

Sementara, Petani Milenial dari Pamenang Farm, Irfan mengaku dirinya mengembangkan budidaya melon ini guna menginspirasi agar anak muda tidak malu untuk bertani atau menjadi petani milenial.

"Kami budidaya melon jenis sweet lavender dan golden aroma. Perbedaannya yang sweet lavender lebih renyah dan golden aroma lebih lembut. Manisnya itu berbeda dengan melon-melon biasanya," terangnya.

Irfan mengaku budidaya melon ini sudah berjalan dua bulan ini, dan dirinya memilih menggunakan greenhouse karena bebas dari hama.

"Ini panen yang perdana, setelah ini kami buda wisata petik buah melon di Desa Joho, dengan membayar Rp. 35 ribu per kilo. Kemudian jika masih sisa kami akan jual ke pemborong," terangnya.

Acara sambung rasa juga diwarnai dengan panen jagung bersama Bupati Klaten, pemberian bantuan, dialog bersama masyarakat, dan menghadirkan berbagai macam layanan Pemerintah Kabupaten Klaten.

(inh)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK