Kebun Sawit Muncul di Lahan Terbakar, Prabowo Minta Daftar 8 Korporasi

CNN Indonesia
Senin, 07 Sep 2026 15:18 WIB
Presiden Prabowo Pimpin Ratas Perkembangan Penanganan Bencana Alam, 7 September 2026
Presiden Prabowo Subianto mengaku heran dengan kemunculan lahan-lahan perkebunan baru pasca Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan dan Sumatera. Tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto mengaku heran dengan kemunculan lahan-lahan perkebunan sawit baru pasca Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Kalimantan dan Sumatra.

Hal itu disampaikan Prabowo usai menerima laporan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait tersangka Karhutla dalam Rapat Terbatas (Ratas) secara virtual, Senin (7/9).

Prabowo menilai ada unsur kesengajaan pembakaran yang bertujuan untuk pembukaan lahan perkebunan. Oleh sebab itu, ia meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk terus menyelidikinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tertarik dengan yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi, ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini rakyat atau ini korporasi, tolong diselidiki terus," ujarnya.

Prabowo juga meminta Kapolri untuk segera menyerahkan daftar 8 perusahaan yang sedang diproses dalam kasus Karhutla. Termasuk yang masih dalam pendalaman pasca pencabutan atau pembekuan izin.

Ia mengaku daftar perusahaan tersebut juga akan diserahkan kepada Kementerian Kehutanan, ATR/BPN hingga Satgas PKH untuk dicabut perizinannya.

"Saya minta segera nama-nama korporasi itu sampaikan ke saya, yang 8 maupun yang 18," tegasnya.

Prabowo mengatakan pencabutan izin itu setimpal lantaran aksi yang mereka lakukan sudah melampaui batas.

"Kalau perlu kita segera cabut semuanya. Semua izin-izinnya kita cabut ya, HGU-nya dan sebagainya. Ini sudah, sudah kelewatan dan juga saya ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa," tuturnya.

Kapolri Listyo Sigit menyebut sudah ada 8 perusahaan yang sedang diproses terkait kasus Karhutla di wilayah Kalimantan dan Sumatra.

Sigit mengatakan hingga saat ini, total sudah ada 200 laporan polisi terkait Karhutla yang sedang diproses. Ia menyebut dari jumlah itu sebanyak 138 pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.

Ia menjelaskan dari ratusan pelaku tersebut sebanyak 119 diantaranya memang sengaja melakukan pembakaran untuk pembukaan lahan. Sementara 18 orang lainnya terbukti lalai hingga menyebabkan kebakaran.

Tak hanya itu, Sigit mengaku ada 8 korporasi yang sedang diproses karena diduga terlibat dan bertanggung jawab menyebabkan kebakaran.

"Ada 119 sengaja dan 18 lalai. Kemudian ada 8 korporasi yang kami proses," tuturnya.

(tfq/gil)
placeholder