BPBD Buka Suara soal Semeru Erupsi Terus, Level III Sejak Setahun Lalu

CNN Indonesia
Selasa, 08 Sep 2026 22:41 WIB
Puncak Gunung Semeru atau Mahameru yang terlihat dari jalur pendakian di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, Jawa Timur. (ANTARA FOTO /Irfan Sumanjaya)
Surabaya, CNN Indonesia --

Gunung Semeru (3676 mdpl) di Jawa Timur tercatat masih terus mengalami erupsi, termasuk pada Senin (7/9)  kemarin.

Namun, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, menyebut kondisi ini bukan hal baru dan status level Siaga III atau Waspada sudah berlangsung sejak setahun yang lalu.

"Kalau vulkanik sebagaimana hari-hari biasanya, Semeru memang selalu mengeluarkan erupsi. Tetapi kondisi tersebut sudah terjadi sejak tahun 2025 dan statusnya masih Siaga III," kata Gatot, Selasa (8/9).

Gatot menjelaskan, status Siaga III tersebut sudah bertahan cukup lama tanpa ada perubahan signifikan sejak 9 November 2025 atau sekitar setahun silam.

"Sudah, memang statusnya 9 November 2025," katanya.

Gatot menjelaskan, pihak BPBD Jatim terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait batas-batas wilayah aman bagi warga di sekitar gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

Menurutnya, batasan tersebut telah disosialisasikan sejak awal dan masyarakat di sekitar kawasan Semeru diketahui beraktivitas di area yang dianggap tidak berisiko.

Meski demikian, ia memastikan hingga saat ini belum ada instruksi evakuasi maupun pengungsian bagi warga yang tinggal di sekitar Semeru.

Menurutnya, kondisi vulkanik gunung tersebut masih berada dalam pola aktivitas yang sama seperti biasanya dan tidak menunjukkan gejala peningkatan yang mengkhawatirkan.

"Tidak ada [evakuasi], karena posisinya hal ini terjadi seperti kegiatan-kegiatan seperti biasanya dan tidak ada hal-hal yang menonjol karena dari awal sudah memang kondisinya level III," ujarnya.

Sebelumnya, Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi beberapa kali, termasuk Senin kemarin. Sementara untuk Selasa ini, hingga berita ditulis pukul 15.07 WIB belum tercatat ada erupsi di Semeru.

Hal itu berdasarkan laporan pemantauan gunung se-Indonesia yang dipublikasi lewat laman Informasi Letusan di situs Magma Indonesia yang dikelola Kementerian ESDM RI.

Pada Senin kemarin, Kemarin, Semeru terpantau erupsi tiga kali yakni pukul 04.50 WIB, 13.19 WIB, dan 20.35 WIB.

Pada erupsi yang terakhir yakni Senin pukul 20.35 WIB, erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 116 detik.

Sementara itu, visual letusan tidak teramati.

Semeru adalah salah satu dari lima gunung di Indonesia yang saat ini berstatus Siaga atau Level III. Status paling tinggi adalah Level IV (Awas).

Adapun empat gunung lainnya adalah Anak Krakatau di Selat Sunda, Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah, Sinabung di Sumatera Utara, dan Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sejauh ini tak ada gunung api yang berstatus awas. Sementara itu yang berstatus Level II atau Waspada ada 22 gunung api, termasuk Gunung Ibu di Pulau Halmahera (Maluku Utara) yang erupsi berkali-kali sejak beberapa hari terakhir.

(frd/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK