Lahan Bekas Karhutla Langsung Ditanam Sawit, DPR Minta Aparat Selidiki

CNN Indonesia
Kamis, 10 Sep 2026 00:15 WIB
DPR minta aparat selidiki dugaan alih fungsi lahan karhutla menjadi perkebunan sawit. Puan Maharani soroti dampak sosial dan kesehatan masyarakat.
Ilustrasi. Petugas memadamkan api karhutla di lahan gambut perkebunan sawit di Riau beberapa waktu lalu. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta aparat untuk menyelidiki peristiwa dugaan lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang langsung ditanam sawit.

"Tadi seperti ditanyakan, apakah hal-hal yang terkait karhutla kemudian sudah berubah alih fungsi, kami akan meminta pihak yang terkait untuk menyelidiki hal itu, dan itu seharusnya tidak boleh terjadi dan harus segera diselidiki," kata Puan di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (8/9).

Puan mengatakan penanganan bencana karhutla tidak cukup hanya fokus pada upaya pemadaman saat ini, namun juga harus menyelesaikan dampak yang ditimbulkannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyoroti berbagai dampak yang telah dirasakan masyarakat seperti merebaknya penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga terganggunya kegiatan belajar mengajar.

"Bagaimana terkait dengan masalah sosial, yaitu pendidikan, kemudian kesejahteraan masyarakat. Seperti sekarang sudah ada masalah ISPA, kemudian kondisi anak-anak yang pendidikannya terganggu, itu juga harus segera teratasi dan bagaimana ke depannya itu harus segera ada solusinya," ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga mengaku heran dengan kemunculan lahan-lahan perkebunan sawit baru pascakarhutla. Ia meminta hal itu untuk diselidiki.

"Saya tertarik dengan yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi, ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini rakyat atau ini korporasi, tolong diselidiki terus," ucapnya.

Prabowo pun menilai ada unsur kesengajaan pembakaran yang bertujuan untuk pembukaan lahan perkebunan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut ada 8 perusahaan yang sedang diproses terkait kasus karhutla di wilayah Kalimantan dan Sumatra.

Listyo mengatakan hingga kini, total sudah ada 200 laporan polisi terkait Karhutla yang sedang diproses. Ia menyebut dari jumlah itu sebanyak 138 pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.

Ia juga menyampaikan dari ratusan pelaku itu sebanyak 119 di antaranya memang sengaja melakukan pembakaran untuk pembukaan lahan. Sementara 18 orang lainnya terbukti lalai hingga menyebabkan kebakaran.

(yoa/kid)
placeholder