Diduga Hina Nabi, Majelis Dzikir Abah Setu di Bekasi Digeruduk Warga

CNN Indonesia
Rabu, 09 Sep 2026 16:27 WIB
Warga mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam Abah Setu untuk klarifikasi video dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad.
Ilustrasi. Warga Bekasi datangi Abah Setu soal dugaan hina Nabi Muhammad. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah warga mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam yang dipimpin Asep Setiawan alias Abah Setu di Desa Telajung, Cikarang Barat buntut video viral dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW pada Senin (7/9) malam.

Peristiwa itu turut terekam dalam sebuah video dan beredar di media sosial. Dalam video yang diunggah di akun Instagram @bekasi.kita, tampak sejumlah warga berkumpul di depan majelis dzikir tersebut.

"(Kedatangan warga) untuk meminta klarifikasi terkait video yang mereka nilai memuat penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, Rabu (9/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disampaikan Budi, saat kejadian itu personel Polres Metro Bekasi bersama Polsek Cikarang Barat langsung mendatangi lokasi. Petugas mengimbau warga tetap tenang, tidak main hakim sendiri, serta menyampaikan dugaan tindak pidana melalui laporan kepolisian.

"Warga kemudian membubarkan diri pada Selasa dini hari dengan situasi aman dan kondusif," ucap Budi.

Sebagai tindak lanjut, pada Selasa (8/9), kepolisian juga meminta keterangan dari Abah Setu selaku pimpinan majelis. Kepada polisi, Abah Setu menyebut bahwa video yang beredar itu merupakan hasil editan.

"Yang bersangkutan menyatakan video tersebut merupakan potongan rekaman dan menduga sebagian telah diubah menggunakan AI," tutur Budi.

Budi juga menyebut Abah Setu bersedia untuk berdialog dan memberikan klarifikasi dalam mediasi yang dijadwalkan di Polres Metro Bekasi pada Kamis (10/9) besok.

"Kami memahami keresahan masyarakat dan mengimbau semua pihak menjaga ketenangan, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik," ucap dia.

(tim/dal)
placeholder