MUI Maafkan Abah Setu yang Diduga Hina Nabi, Proses Hukum Tetap Jalan

CNN Indonesia
Jumat, 11 Sep 2026 10:33 WIB
MUI Kabupaten Bekasi akan melakukan pembinaan kepada Abah Setu setelah pernyataannya terkait Nabi Muhammad SAW menuai reaksi.
Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyatakan pihaknya bisa menerima permintaan maaf pimpinan Majelis Darul Nurul Hikam di Bekasi, Asep Setiawan atau Abah Setu, yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW.

Walaupun demikian, Anwar mengatakan pihaknya meminta proses hukum tetap berjalan.

"Kalau ada orang merasa bersalah lalu minta maaf ya dimaafkan. Tetapi yang bersangkutan juga melanggar hukum yang berlaku dalam negara RI, oleh karena itu pihak dari penegak hukum tentu harus bisa menegakkan hukum. Bagaimana cara dan prosedurnya tentu mereka sudah dan lebih tahu," kata Anwar Abbas, Jumat (11/9) dikutip dari detik.com.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anwar Abbas menilai tindakan Abah Setu sudah keterlaluan. Menurutnya, yang bersangkutan juga merendahkan Nabi Muhammad.

"Ya kelewatan, bahasanya merendahkan Nabi Muhammad dan terkesan sangat congkak," ucap dia.

"Dia bilang 'yang disebut Muhammad itu yang mana sih? Orang Madinah itu', kata-kata ini jelas sangat menyakitkan bagi orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya," imbuh Anwar.

Sementara itu, MUI Kabupaten Bekasi memastikan akan melakukan pengawasan sekaligus pembinaan kepada Abah Setu. MUI menganggap yang disampaikan Abah Setu tidak dapat dibenarkan.

"Yang menjadi soal itu karena beliau melihat syariat dari kacamata hakekat, ya jelas tidak ketemu. Dan persoalan lainnya lagi karena itu kemudian diunggah menjadi konsumsi publik," kata Ketua MUI Kabupaten Bekasi Prof Mahmud di Cikarang, Kamis (10/9) dikutip dari Antara.

Dirinya mengapresiasi sikap Abah Setu yang mau mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada para ulama dan masyarakat secara umum.

Pihaknya juga mengapresiasi kepolisian yang bertindak cepat melalui upaya mediasi atas persoalan sensitif tersebut.

"Kami sampaikan apresiasi saat beliau legowo mengakui kekeliruan dan sampai bersedia menutup majelisnya. Bagi saya, memang kita tidak setuju dengan pemahamannya tapi jangan membenci orangnya, apalagi beliau sudah legowo dan mengaku kesalahan," katanya.

Mahmud mengaku persoalan yang menyangkut agama kerap menimbulkan hal sensitif di kalangan masyarakat.

Sebelumnya warga mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam Bekasi pimpinan Asep Setiawan di Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi, Senin (7/9) malam sebagai imbas dari ungkapan Asep terkait Nabi Muhammad SAW.

Ungkapan itu disampaikan Asep saat melakukan siaran langsung di salah satu platform media sosial. Asep dinilai telah menyinggung massa lantaran diduga mendiskreditkan Nabi Muhammad SAW. Videonya pun lantas menyebar di media sosial.

Asep alias Abah Setu pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Islam saat mengikuti mediasi bersama para pemuka agama didampingi MUI Kabupaten Bekasi di Mapolres Metro Bekasi hari ini.

"Pada hari ini 10 September di Mapolres Metro Bekasi dengan disaksikan oleh para saksi yang hadir, saya Asep Setiawan alias Abah Setu, sehubungan dengan beredar video yang telah menyinggung kaum muslimin dan muslimat yang telah menghina Nabi Muhammad SAW dengan ini saya mengakui dan menyatakan salah atas kekeliruan tersebut," kata dia saat membacakan surat pernyataan di hadapan para tokoh agama.

"Bahwa video tersebut menyinggung dan menghina kaum muslimin, oleh karenanya meminta maaf sebesar-besarnya," sambungnya.

(tim/kid)
placeholder