Jarak Pandang Minim, Heli Jepang Belum Dioperasikan Padamkan Karhutla

CNN Indonesia
Selasa, 15 Sep 2026 19:38 WIB
Ilustrasi. Karhutla kepung wilayah Kalimantan. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengungkapkan Jepang belum dapat mengoperasikan helikopter Chinook untuk membantu padamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimatan Barat karena tak kuasa menghadapi buruknya jarak pandang.

"Kami bisa sampaikan bahwa bantuan helikopter Jepang saat ini sudah tiba di Kalimantan Barat namun belum dapat dioperasikan karena memang visibility sangat rendah," ungkap Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan saat konferensi pers, Selasa (15/9).

BNPB melaporkan jarak pandang di Kalimantan Barat kini kurang dari satu kilometer. Jarak pandang ini berlaku di wilayah Mempawah, Pontianak, Melawi, Sambas, Ketapang, Kubu Raya, Sintang, Kapuas Hulu, dan Kota Singkawang.

Melihat kondisi ini, Berton sebut Jepang baru akan melaksanakan operasi ketika jarak pandang sudah membaik.

"Pihak Jepang mau melakukan operasi ketika visibility sebesar 3.500 sampai 5.000 meter jarak pandang," jelasnya.

Sebelumnya, sebagai respons atas permintaan pemerintah Indonesia, Jepang mengumumkan pihaknya akan membantu menangani karhutla. Bantuan ini hadir dalam bentuk tiga helikopter JGSDF CH-47 yang dibawa menggunakan kapal JS Kunisaki, tulis Kementerian Pertahanan Jepang, Jumat (28/8).

Kemudian, 3 helikopter berat CH-47 Chinook ini sampai di Mempawah, Kamis (10/9), dilansir dari ANTARA. Ketiga unit tersebut direncanakan akan membantu pemadaman dari udara serta mengangkut logistik yang sulit dijangkau dari jalur darat.

(mou/dal)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK