Polisi Tutup Sementara Tempat Ibadah GKPI di Tangerang Usai Keributan

CNN Indonesia
Senin, 21 Sep 2026 10:31 WIB
Ilustrasi. Polisi menutup sementara Gereja GKPI di Tangerang setelah keributan viral. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi menutup sementara lokasi ibadah Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten. Langkah tersebut diambil setelah video keributan di sekitar rumah ibadah itu viral di media sosial.

Penutupan sementara dilakukan berdasarkan hasil musyawarah yang digelar aparat setempat bersama sejumlah pihak. Lokasi ibadah kini dalam kondisi terkunci dan tidak digunakan hingga proses mediasi terkait persoalan tersebut selesai.

Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan keputusan itu merupakan langkah sementara untuk menjaga situasi tetap kondusif.

"Sementara menunggu proses mediasi, berdasarkan hasil musyawarah, lokasi kegiatan ibadah untuk sementara tidak digunakan dan dalam kondisi terkunci. Warga juga diminta tidak berkumpul di sekitar lokasi guna mencegah munculnya provokasi maupun potensi gesekan," kata Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Senin (21/9).

Keributan di depan GKPI Rajeg sebelumnya viral di media sosial. Setelah mendapat informasi tersebut, polisi mendatangi lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Selanjutnya, aparat menggelar musyawarah yang dihadiri Camat Rajeg Oman Apriaman, Ketua FKDM Rajeg Suparji Rustam beserta anggota, ketua lingkungan setempat, sejumlah tokoh agama, serta perwakilan pihak GKPI.

Dalam musyawarah itu disepakati sejumlah langkah sementara untuk mencegah terjadinya kembali gesekan. Persoalan tersebut selanjutnya akan dibahas melalui proses mediasi di tingkat Kecamatan Rajeg.

Indra mengatakan kepolisian mengedepankan pendekatan persuasif selama proses penyelesaian berlangsung. Dia juga mengingatkan seluruh pihak agar menjaga ketenangan.

Menurutnya, pemerintah menjamin hak setiap warga negara untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Karena itu, masyarakat diminta menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu keributan.

"Yang paling utama adalah menjaga keamanan dan kerukunan masyarakat," katanya.

Sebelumnya, video keributan di sekitar GKPI Rajeg beredar luas di media sosial. Terlihat sejumlah warga mendatangi rumah yang digunakan jemaat untuk beribadah. Warga meminta kegiatan ibadah dihentikan karena tempat tersebut dinilai belum memiliki izin.

Dalam video yang beredar juga terlihat warga membawa senjata tajam.

Baca selengkapnya di sini.

(tim/isn)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK