HARI TANI 2026

Komling, Penjemput Sampah Organik Rumah ke Rumah dalam Gang di Jaksel

CNN Indonesia
Kamis, 24 Sep 2026 13:43 WIB
Pemerintah DKI Jakarta mewajibkan pemilahan sampah mulai April 2026. Program "Komling" jemput sampah organik dari rumah ke rumah di Gandaria Utara.
Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara Imam Basori bersama salah satu warganya yang jadi relawan gerobak Komling (CNN Indonesia/Moureen Nathalia)

Salah satu warga di RT Gandaria Utara tersebut, Arief (23), mengaku dirinya salah satu yang antusias dengan kegiatan Komling di permukimannya.

"Saya sebagai warga sangat antusias ya dengan adanya inovasi ini. Karena kita sebagai warga dipermudah untuk membuang sampah organik gitu atau yang botol gitu kan. Nah, soalnya dengan adanya sistem ini, jadi warga enggak buang sampah sembarangan,' kata dia kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu di September ini.

Bahkan, Arief yang juga bagian dari Karang Taruna setempat ikut melibatkan diri jadi relawan Komling selama beberapa bulan terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Komling itu operasionalnya jam 5. Jam 5 sore, nah itu setiap hari kita muter. Saya sebagai relawan, jadi saya hanya memandu kalau misal ada piket. Terus kalau misal saya lagi ada kegiatan di luar, nah warga langsung sendiri kan, gitu" kata Arief.

"Nah, itu juga... misal bapak-bapaknya enggak bisa piket nih hari ini nih, nah itu bisa digantikan oleh ibu-ibunya serta anak-anaknya. Kadang-kadang anak-anaknya juga ikut membantu. Jadi dia tahu mana sampah organik, sampah anorganik, dan sampah yang enggak bisa didaur ulang," sambungnya.

Roy (43) yang juga warga daerah itu mengaku mereka kini terbiasa dengan pemilahan sampah karena program yang digelar pemimpin RT-nya. Mau enggak mau ketika program itu digerakkan, warga yang biasanya cuma menumpuk sampah begitu saja jadi teredukasi untuk memilah sendiri.

"Sebelum ada Komling ini, kita ya standar aja buang sampah campur-campur langsung ke tukang sampah yang ngambilin setiap bulan. Jadi kita taruh sampah di belakang nanti setiap bulannya tuh diambilin sama tukang sampah ya kadang sebulan sekali, kadang dua minggu sekali gitu. Jadi kadang-kadang suka numpuk," kata Roy.

"Nah, semenjak Pak RT nyanangin program kompos keliling terus sama bikin Koma, jadi mau gak mau kita juga harus milah-milah sampah," sambungnya.

Dia pun berharap kegiatan di RT itu menular ke daerah lain, terutama di lingkungan RW-nya saja dulu.

"Nah harapannya ke depan sih kepinginnya lingkungan RW 7 gitu kan. Kami kan berada di RT11, RW7 gitu kan. Harapannya kepinginnya lingkungan RW7 tuh menjadi seperti kami gitu kan," kata Roy.

(mou/kid)


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2