Pengacara Beber Formula Buktikan Keaslian Ijazah S1 Jokowi

CNN Indonesia
Kamis, 24 Sep 2026 09:07 WIB
Pengacara Jokowi, Rivai, akan hadirkan saksi dari UGM dan 22 ahli untuk buktikan keabsahan ijazahnya di persidangan. Sidang terbuka untuk umum. (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengacara Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi), Rivai Kusumanegara, mengungkap cara pihaknya membuktikan keabsahan ijazah kliennya dalam persidangan.

Rivai berkata akan menghadirkan otoritas Universitas Gadjah Mada (UGM), termasuk dekan, dosen, dan mahasiswa yang disebut seangkatan dengan Jokowi saat mengambil program sarjana.

"Untuk lebih meyakinkan publik nanti otoritas dari UGM ya dekannya, dosen-dosen terkait, para mahasiswa yang seangkatan akan hadir semua ke persidangan, menerangkan apa yang terjadi masa tahun 1980 sehingga sampai 1985 di mana mereka menjadi saksi Pak Jokowi masuk diterima berkuliah dan menyelesaikan sampai akhir," ujarnya dalam program Head to Head CNN Indonesia bertajuk Sidang Ijazah Bergulir, Kapan Jokowi Hadir?, Rabu (23/9).

Selain menghadirkan UGM, Rivai mengatakan kubu Jokowi juga akan menghadirkan 22 ahli. Ia menyebut para ahli tersebut sebelumnya telah didengar oleh penyelidik, tetapi keterangannya belum disampaikan ke publik.

Menurut Rivai, para ahli akan memberikan keterangan untuk saling membuktikan persoalan yang diperdebatkan dalam perkara tersebut, termasuk mengenai dugaan rekayasa teknologi informasi (IT).

"Saling membuktikan di persidangan dan terang-benderang. Apakah terjadi rekayasa IT atau tidak biar nanti di persidangan," ujarnya.

Sebagai bagian dari pembuktian, Rivai juga menjelaskan ijazah tersebut telah diperiksa oleh dua laboratorium forensik. Pengujian dilakukan dengan membandingkan ijazah yang dipersoalkan dengan sejumlah ijazah lainnya.

"Soal ijazah itu adalah dikuatkan oleh dua labfor. Dilakukan pengujian dengan berbagai ijazah. Ternyata hasilnya identik. Dari segi tinta, kualitas surat dan segala macamnya semua identik," jelasnya.

Rivai mengatakan seluruh proses pembuktian tersebut nantinya dapat disaksikan masyarakat melalui persidangan yang terbuka untuk umum.

"Terbuka bisa diikuti umum semua bisa melakukan penilaian dan ini betul-betul transparan. Dan saya pikir inilah saatnya publik ikuti persidangan agar terbuka untuk umum," ujarnya.

Di sisi lain, Roy Suryo dan pihak dr. Tifa mendesak Jokowi hadir langsung dalam persidangan untuk memberikan keterangan terkait persoalan ijazah tersebut.

Menurut mereka, dibandingkan para ahli dan saksi, kehadiran Jokowi justru menjadi yang paling utama mengingat posisinya sebagai pihak pelapor atau korban dalam kasus tudingan ijazah palsu tersebut.

"Oleh sebab itu ya kami terus akan menggaungkan dan meminta Pak Jokowi untuk dihadirkan," kata pengacara dr. Tifa, Abdullah Alkatiri. 

(van/wis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK