Polda Metro Jaya Pantau Polemik Viral Buku 'Memburu Muhammad'
Polda Metro Jaya bakal mendalami polemik terkait buku berjudul 'Memburu Muhammad' yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Buku karya Feby Indriani ini diperbincangkan setelah diskusi yang membahas soal buku itu di Bogor, Jawa Barat disebut dibubarkan kelompok ormas.
"Ini baru kami dengar. Pastinya kalau ada informasi seperti itu kami mengucapkan terima kasih. Ini pasti akan didalami, baik itu dari Direktorat Siber apabila itu memang berada di dunia digital dan pasti juga akan ditangani dari pihak Ditreskrimum," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (24/9).
Disampaikan Budi, pendalaman itu akan dilakukan untuk mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan di tengah masyarakat.
"Kita melihat bagaimana adanya informasi-informasi yang menyesatkan masyarakat, apalagi terkait tentang suku, agama, dan ras. Ini menjadi perhatian kita bersama," ucap dia.
Dalam unggahan di akun Threads milik penulis buku itu disampaikan, acara diskusi bukunya dibatalkan oleh sebuah ormas. Kata penulis, mereka tidak hanya mempermasalahkan judul buku, tapi juga sub judul acara yang dibuat panitia.
"Mereka menyatakan siap perang dan mengancam akan membawa 200 orang massa. Pihak perpustakaan sebagai penyedia venue tentu cemas fasiltas mereka dirusak. Pihak panitia mencemaskan keamanan dan lancarnya keberlangsungan acara keseluruhan," kata penulis buku itu di akun Threads.
Sementara itu, dalam unggahan di akun Instagram @iyuztagram, selain buku 'Memburu Muhammad', akun itu juga mempersoalkan berjudul 'Bukan Perawan Maria'. Akun itu menyebut kedua buku itu sebagai bagian dari serial trilogi 'Islamisme Magis'.
"Artinya jika ini dibiarkan maka akan muncul buku ketiga yang sama rusaknya, sama bobroknya, sama tujuannya yaitu menista agama Islam," demikian tertulis dalam unggahan itu.
(dis/wis)