DKI Evaluasi Jalur Sepeda di Jakarta, Komunitas Pesepeda Beri Catatan

CNN Indonesia
Kamis, 24 Sep 2026 16:28 WIB
Pemprov DKI Jakarta mengevaluasi jalur sepeda, termasuk penggantian marka dan penyesuaian lebar. Komunitas pesepeda beri catatan khusus.
Pesepeda melintasi jalur khusus sepeda yang diberikan pembatas jalur permanen di kawasan Sudirman, Jakarta (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemprov DKI Jakarta sedang mengevaluasi keberadaan jalur sepeda (bike lane) di ibu kota negara RI tersebut saat ini.

Poin-poin evaluasi yang telah dilakukan itu didasari hasil rekomendasi dan tindak lanjut audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Budi Awaluddin mengungkap rencana mengganti marka pembatas hingga menyesuaikan lebar jalur sebagai evaluasi jalur sepeda di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk pembatas jalur sepeda yang menggunakan stickcone disarankan diganti dengan menggunakan paku marka jalan hal ini ditinjau dari segi keselamatan, estetika, kemudahan perawatan dan nilai ekonomis," tulis Budi melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/9) malam.

Dia mengatakan evaluasi juga mempertimbangkan Kajian Perencanaan Pemeliharaan Jaringan Jalur Sepeda di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Budi mengatakan selain stickcone, planterbox bike lane yang berada di Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin juga menjadi target evaluasi.

"Lebar dan desain pembatas jalur sepeda (planterbox) perlu dilakukan penyesuaian/desain dan penataan kembali dengan mempertimbangkan pembagian lajur lalu lintas, keamanan, keselamatan dan ketertiban," jelas Budi.

Budi menyebut lebar jalur sepeda juga akan disesuaikan dengan mekanisme berkeadilan.

"Lebar jalur sepeda yang sudah terbangun untuk disesuaikan dan diseragamkan sesuai mekanisme pembagian lajur lalu lintas yang berkeadilan," ujarnya.

Terakhir, Dishub DKI Jakarta mengevaluasi aspek keselamatan dan kenyamanan pesepeda melalui perawatan terhadap permukaan jalur sepeda.

"Pemeliharaan, perawatan, dan perbaikan jalur sepeda serta manhole yang berada pada jalur sepeda untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan pesepeda," ungkap Budi.

Budi menyatakan bahwa pihaknya akan mulai menindaklanjuti poin-poin evaluasi terhadap jalur sepeda secara bertahap.

Rincian evaluasi ini menyusul keputusan Dishub DKI Jakarta untuk mempertahankan jalur sepeda di Jakarta.

"Ya, jalur sepeda kemarin sudah kita rapatkan dan itu dipertahankan," ujar Budi, Selasa pagi kemarin.

Catatan B2W

Sementara itu komunitas pesepeda pun merespons langkah Pemprov DKI. Salah satunya adalah kelompok pekerja bersepeda alias Bike To Work (B2W) Indonesia.

"B2W Indonesia mengapresiasi keputusan Pemprov DKI Jakarta mempertahankan jalur sepeda. Ini adalah sinyal positif bagi masa depan transportasi Jakarta," ujar Ketua Umum B2W Hendro Subroto kepada CNNIndonesia.com, Rabu sore kemarin.

B2W meyakini evaluasi terkait pergantian stickcone menjadi paku marka jalan telah melalui kajian mendalam.

Namun, Hendro menekankan infrastruktur apapun yang direkomendasikan harus mendahulukan keamanan pesepeda.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengusulkan ada uji coba terkait evaluasi lebar jalur sepeda. Menurutnya, ruang di jalan raya perlu dibagi secara proporsional dan efektif dibandingkan seragam.

"Lebih baik sekira ada uji coba dengan melihat kondisi nyata lingkungan jalan itu sendiri, tingkat kepadatan lalu lintas untuk memastikan sisi keselamatan pesepeda," ungkap Hendro.

Hal paling utama, kata Hendro, pihaknya berharap tak ada lagi kejadian kecelakaan karena jalur sepeda yang rusak dan berlubang serta manhole yang berbahaya.

"Ini sangat menyakitkan dan tentu sesungguhnya bisa dicegah dengan pengawasan berkelanjutan, pemeliharaan, perawatan, dan perbaikan jalur sepeda sebagai agenda rutin Pemprov DKI Jakarta," katanya.

(mou/kid)
placeholder