Viral Flyer Pawai LGBT di Pantai Losari, Pemilik Akun Klaim Dibajak
Polisi menelusuri pembuat flyer yang memuat informasi rencana pawai LGBT di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, yang viral di media sosial.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan pihaknya telah mengonfirmasi akun yang mengunggah flyer tersebut.
Dalam permintaan keterangan oleh polisi, Pemilik akun mengaku akunnya dibajak dan memunculkan unggahan mengenai rencana kegiatan itu muncul.
"Terkait informasi yang sedang viral mengenai pamflet kegiatan LGBT tersebut, kami sudah mengonfirmasi kepada pemilik akun yang mengunggahnya. Pemilik akun menyampaikan bahwa akunnya telah dibajak sehingga muncul unggahan tersebut," kata Arya kepada wartawan, Kamis (24/9).
Arya menerangkan pihaknya telah melakukan penelusuran dengan melibatkan tim siber untuk memastikan pihak yang membuat dan menyebarkan informasi flyer tersebut, apakah kegiatan itu benar atau hanya informasi palsu.
"Kami masih mendalami siapa yang membuat atau mengunggah informasi tersebut. Penyelidikan juga dilakukan oleh tim siber untuk mengetahui apakah informasi mengenai kegiatan itu benar atau tidak," ungkapnya.
Hingga saat ini, kata Arya, belum ada pemberitahuan maupun permohonan terkait kegiatan tersebut yang masuk ke Polrestabes Makassar.
Pengecekan ke Polda Sulsel juga tidak menemukan adanya permohonan serupa.
"Sampai hari ini kami belum menerima surat pemberitahuan kegiatan atau permohonan izin terkait kegiatan tersebut. Kami juga belum mendapatkan informasi maupun melihat adanya kegiatan seperti yang disebutkan dalam pamflet tersebut. Kalau memang ada, tentu akan kami tindak lanjuti," jelasnya.
Menurut Arya, setiap kegiatan masyarakat pada prinsipnya dapat disampaikan kepada kepolisian. Namun, rekomendasi tetap mempertimbangkan situasi keamanan, kondisi masyarakat, serta kearifan lokal di Kota Makassar.
"Jangan sampai kegiatan tersebut justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Kalau situasinya tidak memungkinkan dan berpotensi menimbulkan hal-hal negatif, tentu tidak akan kami rekomendasikan," kata dia.
(mir/kid)