Kemenhaj Klaim Bisa Pangkas Antrean Calon Jemaah Haji Jadi 14 Tahun

CNN Indonesia
Senin, 28 Sep 2026 20:21 WIB
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo Subianto ingin menekan aliran dana ke luar negeri (cash outflow) dengan penguatan ekosistem ekonomi haji. Ia menyebut selama ini perputaran dana perhajian dido
Wamenhaj Dahnil Anzar mengumumkan pemangkasan masa tunggu jemaah haji Indonesia dari 49 tahun menjadi 14 tahun setelah validasi data. (CNN Indonesia/Muhammad Falah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku telah memangkas masa tunggu keberangkatan jemaah haji asal Indonesia dari 49 tahun menjadi hanya 14 tahun.

Ia mengatakan pemangkasan antrean haji itu dilakukan usai Kemenhaj menemukan 400.000 data jemaah haji yang tidak valid.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah kami hitung secara faktual, antrean haji pada tahun ini, itu yang berangkat rata-rata menunggu hanya 14 tahun," kata Dahnil usai rapat dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/9).

Dahnil mengatakan Prabowo juga meminta Kemenhaj untuk terus memangkas antrean haji.

Ia menyebut sejak Kemenhaj dibentuk pada Oktober 2024, antrean haji paling lama saat itu sekitar 49 tahun.

"Itu Alhamdulillah, kemudian tahun lalu kami ubah formulasinya dan kita temukan rata-rata antrean di seluruh Indonesia 26 tahun," katanya.

Setelahnya, Prabowo menyebut masa tunggu selama 26 tahun juga dinilai masih terlalu lama.

Untuk itu, Kemenhaj pun memvalidasi 5,7 juta data jemaah haji dan menemukan sebanyak 400.000 data yang invalid.

"Sekarang antrean faktual haji itu 14 tahun sesuai dengan perintah Presiden mencari formula dan membereskan data-data yang invalid 400.000-an itu," ujar dia.

(mnf/isn)
placeholder