Gibran Minta Usut Tuntas Keracunan MBG, Ibaratkan Jika Anaknya Korban
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meminta investigasi terhadap dugaan keracunan makanan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, diusut tuntas.
Selain itu, dia bilang, hasilnya harus disampaikan secara transparan kepada masyarakat. Pada kesempatan itu, dia mengaku mengerti kekhawatiran para orang tua korban, dan membandingkan dengan sikapnya apabila anak sendiri yang mengalami keracunan.
"Hari ini saya langsung datang untuk memastikan korban tertangani dengan baik, keluarga mendapat kepastian, investigasi dituntaskan, dan pengawasan diperkuat," katanya saat meninjau penanganan korban dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSUD Limpung, Kabupaten Batang, dikutip dari Antara.
"Bahwa penanganan kesehatan korban menjadi prioritas pemerintah," sambung Gibran.
Saat berdialog dengan orang tua siswa terdampak di SDN Pasusukan, Kecamatan Bawang, Gibran memastikan proses investigasi sedang berjalan. Hasilnya, kata dia, akan pula segera disampaikan secara terbuka--termasuk ke keluarga korban.
"Proses investigasi sedang berjalan, tapi saya pastikan dilakukan dengan cepat dan hasil investigasi akan diinformasikan kepada Bapak-Ibu secara terbuka dan transparan. Kejadian ini tidak boleh berulang," katanya.
Gibran juga menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga terdampak dan memastikan pemerintah menindaklanjuti keluhan mereka serta mengoptimalkan penanganan para korban.
"Jika saya berada di posisi Bapak-Ibu, tentu saya juga akan khawatir ketika anak saya keracunan. Oleh sebab itu, hari ini saya datang langsung ke sini untuk memastikan korban tertangani dengan baik, keluarga mendapat kepastian, investigasi dituntaskan, dan pengawasan diperkuat," kata putra sulung dari Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) itu.
Desakan evaluasi MBG dari orang tua korban
Dalam dialog tersebut, salah seorang orang tua siswa bernama Faizun meminta pemerintah mengevaluasi program MBG dan mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kami akan carikan solusi terbaik, Pak. Yang jelas tata kelolanya harus diperbaiki sehingga kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang lagi," kata Gibran menjawab permintaan tersebut.
Gibran kemudian meminta Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan penanggung jawab lintas sektor untuk mengoordinasikan penanganan korban, mulai dari aspek kesehatan, layanan pendidikan hingga kebutuhan keluarga.
"Setiap keluhan orang tua atau keluarga korban harus ditindaklanjuti. Pak Bupati, tolong tentukan PIC lintas BGN, Dinkes, Disdikbud, dan Pemkab untuk menjawab isu kesehatan, layanan siswa, dan kebutuhan keluarga," katanya.
Ia juga mengatakan pasien yang masih menjalani perawatan diminta tetap mendapatkan pelayanan hingga kondisinya pulih sedangkan korban yang telah diperbolehkan pulang tetapi kembali mengalami keluhan juga harus memperoleh akses pemeriksaan dan penanganan medis lanjutan.
Gibran mengatakan pemerintah pusat juga memastikan biaya pengobatan korban tidak membebani keluarga, dan mekanisme pembiayaan agar berjalan dengan baik di seluruh fasilitas kesehatan yang menangani pasien.
Investigasi ilmiah dan evaluasi
Terkait penyebab kejadian itu, Gibran mengatakan proses pemeriksaan masih berlangsung sehingga seluruh pihak terkait diminta mempercepat investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian secara ilmiah.
"Penyebab kejadian masih dalam proses pemeriksaan. Tapi investigasi harus segera dituntaskan dan penyampaian hasil investigasi harus secara transparan, sehingga dapat menjadi pembelajaran bersama," katanya.
Menurut dia, hasil investigasi itu nantinya tidak hanya penting untuk mengetahui penyebab kejadian tetapi juga menjadi dasar evaluasi pelaksanaan program MBG.
Gibran juga meminta evaluasi dilakukan secara menyeluruh terutama terhadap aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis.
"Evaluasi mencakup pemenuhan standar higiene, proses pengolahan makanan, waktu penyimpanan, distribusi, hingga pengawasan di lapangan. Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, standar keamanan pangan harus dipastikan, dan setiap temuan harus segera diperbaiki," katanya.
Dalam meninjau penanganan korban dugaan keracunan makanan di RSUD Limpung, Kabupaten Batang, Gibran Gibran didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Batang hingga Senin (28/9) pukul 07.00 WIB, sebanyak 674 orang tercatat terdampak dugaan keracunan makanan tersebut. Dari jumlah itu, 34 pasien masih menjalani perawatan.
Kasus tersebut sebelumnya terjadi pada penerima manfaat MBG dari sejumlah lembaga pendidikan di Kecamatan Bawang. Pemerintah daerah telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa guna memastikan penyebab kejadian.
Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan kepada penerima manfaat terdampak juga dihentikan sementara sembari proses pemeriksaan berlangsung.
(antara/kid)