Ombudsman Sebut Ada CCTV di Hunian Mewah Lapas Cibinong

CNN Indonesia
Selasa, 29 Sep 2026 19:02 WIB
Ketua Ombudsman Nuzran Joher (kanan) bersama anggota Ombudsman Syafrida Rachmawati Rasahan (kedua kanan) dan Fikri Yasin (kedua kiri) mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026). Rap
Ombudsman RI menemukan CCTV di hunian mewah Lapas Cibinong, namun fungsinya belum jelas. (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ombudsman RI menyatakan terdapat CCTV di hunian mewah saat melakukan sidak di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong beberapa waktu lalu.

Anggota Ombudsman, Syafrida mengatakan pihaknya tidak mengetahui apakah CCTV itu berfungsi atau tidak.

"Kalau di waktu itu ada di rumah yang putih itu ada CCTV, ya. Ada sebenarnya. Tapi apakah CCTV itu berfungsi atau tidak, kami tidak mengetahui," kata Syafrida di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (29/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan ini berbeda dengan pernyataan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong nonaktif Wisnu Hani Putranto. Wisnu mengatakan tidak ada CCTV di area hunian mewah yang disebut sebagai rumah dinas.

Dalam rapat dengan Komisi XIII DPR RI, pada Senin (28/9), anggota Komisi XIII Yanuar Arif Wibowo awalnya mempertanyakan soal barang-barang seperti kulkas, sofa hingga adanya pigura foto narapidana Jimmy Masrin di hunian itu.

Yanuar lalu mempertanyakan apakah ada CCTV di rumah dinas tersebut.

"Ini barang gede, Pak. Pertanyaan sedikit saya, Pak. Di area situ ada CCTV enggak, Pak?" tanya Yanuar.

Wisnu menjawab tidak ada CCTV di area rumah dinas pejabat. Ia menyatakan CCTV hanya dipasang di blok-blok lapas.

Yanuar lalu mencecar Wisnu alasan tidak memasang CCTV di area rumah dinas.

"Kenapa tidak ada? Anda 3 tahun loh di sana. Menurut Anda penting enggak ada CCTV di situ untuk pengamanan?" tanya Yanuar.

Yanuar bertanya apakah CCTV tidak pasang karena untuk menutupi pemberian fasilitas mewah kepada warga binaan.

"Apa hanya untuk menutup-nutupi memberikan fasilitas kepada warga binaan?" tanya Yanuar.

"Tidak, bapak," jawab Wisnu.

Hasil sidak Ombudsman pada 23 September mengungkap temuan sejumlah bangunan berfasilitas lengkap yang ditemukan timnya di area Lapas Cibinong.

Bangunan tersebut dilengkapi ruang tamu, ruang tidur, ruang makan, dapur, televisi, kulkas, serta berbagai perlengkapan rumah tangga lainnya.

Tim Ombudsman sempat meminta keterangan salah seorang penghuni fasilitas tersebut. Orang itu berstatus warga binaan alias narapidana dan mengaku membayar untuk bisa menempatinya.

Pihak lapas mengatakan bangunan berfasilitas lengkap di lapas itu merupakan rumah dinas jabatan.

(yoa/isn)
placeholder