Korban Tewas KM Virgo Bertambah Jadi 78 Orang, 57 Masih Dicari

CNN Indonesia
Rabu, 30 Sep 2026 18:56 WIB
Tim SAR menemukan empat korban KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, total 186 korban ditemukan. (Basarnas/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim SAR gabungan kembali menemukan empat korban KM Virgo Transport 8 yang terbalik dan tenggelam di Perairan Masalembo, Laut Jawa, Kalimantan Selatan.

Dengan demikian, hingga saat ini sudah ada 186 korban yang ditemukan, terdiri dari 108 korban dalam kondisi selamat dan 78 korban lainnya meninggal dunia. Sementara itu, masih ada 57 korban lain yang masih hilang dan dalam proses pencarian.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Basarnas, empat korban tersebut ditemukan oleh SRU darat di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Pada pukul 01.07 WIB, tim SAR gabungan mengevakuasi satu korban yang ditemukan di wilayah Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara. Informasi penemuan tersebut diterima Kantor SAR Palangka Raya pada pukul 07.55 WITA, korban selanjutnya dibawa ke RSUD Kabupaten Sukamara untuk penanganan dan proses identifikasi lebih lanjut.

Kemudian, pada pukul 12.57 WITA, Kantor SAR Palangka Raya menerima informasi mengenai penemuan satu life craft yang telah memasuki wilayah Natai Kuini, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Lokasi tersebut berjarak sekitar 7 NM dari wilayah Kabupaten Sukamara.

Selanjutnya, pada pukul 13.30 WIB, tim SAR gabungan kembali menemukan dan mengevakuasi tiga korban di Sungai Teruntum, Kecamatan Sungai Hilir, Kabupaten Seruyan. Informasi penemuan tersebut diterima pada pukul 15.17 WITA.

Sementara itu, tim penyelam gabungan Basarnas, TNI AL, dan Potensi SAR juga terus melakukan penyisiran di bagian dalam badan kapal KM Virgo Transport 8. Namun, pada penyisiran hari ini, belum ditemukan korban tambahan atau nihil.

Diketahui, sejak Selasa (29/9) kemarin, Basarnas turut menurunkan personel untuk melakukan penyisiran darat di wilayah Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan penyisiran darat ini dilakukan dalam rangka memperluas area pencarian para korban.

"Langkah ini dilakukan untuk memperluas cakupan pencarian dan menindaklanjuti setiap kemungkinan lokasi keberadaan korban," kata dia.

Syafii menegaskan bahwa seluruh unsur SAR yang terlibat terus berkoordinasi dan menyesuaikan pergerakan berdasarkan perkembangan operasi di lapangan.

"Kami mengoptimalkan seluruh unsur dan sarana yang tersedia. Pencarian akan terus dilakukan dengan memperhatikan hasil evaluasi di lapangan serta keselamatan personel yang melaksanakan operasi," ucap dia.

KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9), pukul 02.00 Wita, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).

Kapal itu dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal ditemukan pada hari yang sama dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Pada Senin (28/9) kemarin, Tim Disaster Victim Identification (DVI) juga kembali berhasil mengidentifikasi 16 jenazah korban KM Virgo. Dengan demikian, total sudah ada 41 jenazah korban yang berhasil diidentifikasi.

Dari 41 jenazah yang teridentifikasi itu, 25 di antaranya telah lebih dulu teridentifikasi dan sudah diserahkan ke pihak keluarga.

"Demikian jumlah total yang telah teridentifikasi sampai dengan hari Senin, 28 September adalah 41 orang. Dan yang belum teridentifikasi sebanyak 29 orang dari seluruh jenazah yang diterima Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin total 70 orang sampai hari ini diumumkan," kata Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes dr Much Sofwan kepada wartawan, Senin.

(dis/isn)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK