Profil Sugiono, Anak Ideologis Prabowo Pengganti Menko PMK Pratikno
Presiden RI Prabowo Subianto menunjuk Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI pada Kamis (1/10).
Sugiono sebelumnya menjabat Menteri Luar Negeri RI sejak Oktober 2024. Ia merupakan Menlu RI pertama sejak 2001 yang tidak memiliki latar belakang karier diplomat.
Melansir dari laman resmi Gerindra, Sugiono lahir di Takengon, Aceh, pada 11 Februari 1979. Ia menempuh pendidikan sekolah dasar di SDN 1 Takengon dan menengah pertama di SMPN 3 Banda Aceh.
Sugiono melanjutkan pendidikan menengah atasnya di SMA Taruna Nusantara, Magelang. Kemudian, ia mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri. Gelar S1 di bidang computer science ia raih dari Norwich University di Amerika Serikat.
Sementara itu, gelar S2 didapat dari University of Konstanz di Jerman dengan bidang bisnis dan manajemen.
Untuk perjalanan karier, Sugiono memiiki pengalaman di dunia militer sebagai Letnan Satu Infanteri Kopassus pada tahun 2002 hingga 2004.
Namun, tak banyak waktu yang ia habiskan di sana, ia melanjutkan kariernya sebagai sekretaris pribadi Prabowo Subianto. Sugiono juga terlibat dalam perjalanan pendirian Partai Gerindra pada 2008.
Setelahnya, Sugiono juga pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah 1 dan Wakil Ketua Komisi I DPR RI.
Di Gerindra, Sugiono juga pernah mengemban jabatan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra sebelum akhirnya terpilih menjadi Sekjen menggantikan Ahmad Muzani pada Agustus 2025.
Sugiono sendiri dikenal sebagai orang dekat Prabowo. Bahkan, ia dikenal sebagai anak ideologis dari Presiden RI tersebut.
Kariernya terus menanjak dengan dipercaya sebagai Menteri Luar Negeri Kabinet Merah Putih.
Meski tergolong singkat, Sugiono menorehkan sejumlah pencapaian penting di Pejambon, markas Kemlu.
Ia mempererat hubungan bilateral dengan negara-negara sahabat dan negara penting di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat.
Salah satu pencapaian konkretnya adalah melindungi serta memulangkan WNI di luar negeri yang berada dalam kondisi terancam.
Kementerian Luar Negeri yang dipimpin Sugiono sukses memulangkan atau merepatriasi lebih dari 27 ribu WNI dalam kondisi terancam di luar negeri.
Di antaranya, lebih dari 1.200 WNI dari Myanmar yang terjaring online scam, 9 aktivis Global Sumud Flotilla 2.0 yang ditangkap Israel, lebih dari 8 ribu WNI dipulangkan ke Indonesia dari Kamboja serta sejumlah WNI yang terancam akibat peperangan di Iran.
Sugiono juga memperluas pergaulan Indonesia di level internasional dengan aktif dalam berbagai forum multilateral.
Dalam pidato di Majelis Umum PBB, baru baru ini, Sugiono mendorong adanya reformasi PBB hingga mengumumkan pencalonan Indonesia.
Legasi penting Sugiono adalah keberhasilan Indonesia mendapat kepercayaan menjadi Presiden Dewan HAM PBB tahun 2026. Capaian yang pertama kali dalam sejarah Indonesia.
(mou/mou/jun)