NasDem Ingin Pemisahan Pileg-Pilpres dalam RUU Pemilu

CNN Indonesia
Kamis, 01 Okt 2026 19:13 WIB
NASDEM SAAN MUSTOPA 4/15 - PACKAGE 6110
Partai NasDem menginginkan pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) diselenggarakan secara terpisah pada Pemilu 2029. (Arsip Nasdem)
Jakarta, CNN Indonesia --

Partai NasDem menginginkan pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) diselenggarakan secara terpisah pada Pemilu 2029.

"NasDem memang menginginkan agar pileg dan pilpres itu dipisah. Jadi pileg dulu baru apa pilpres," kata Wakil Ketua Umum NasDem Saan Mustopa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saan juga menyebut walau isu ini masih menjadi wacana, terdapat partai lain yang juga nampaknya setuju dengan pileg dan pilpres diselenggarakan terpisah.

"Yang kedua juga ada dari partai seperti Golkar, yang lain-lain juga sama," katanya.

Saan mengatakan wacana pileg dan pilpres diselenggarakan terpisah sudah masuk dalam pembahasan Panitia Kerja (Panja) yang dibentuk Komisi II DPR RI. Ia menyebut panja ini untuk menyusun draf RUU Pemilu.

"Nah, nanti di Panja itu pasti akan dibicarakan, akan dipertemukan dari usulan masing-masing partai terkait dengan desain kepemiluan seperti apa," ujarnya.

Sebelumnya, pileg dan pilpres diwacanakan digelar terpisah usai Pemilu 2024 sebelumnya digelar bersamaan.

Hal ini diusulkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Anggota Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia.

"Kami memang sejak awal mengusulkan agar ketiga jenis pemilu yang kita miliki, pileg, pilpres, dan pilkada sebaiknya diselenggarakan terpisah, tidak ada yang disatukan," kata Doli dalam keterangannya, Selasa (22/9).

(knf/fra)
placeholder