Kebakaran Trans Home Sleman, Asap Hitam Masih Membubung Jumat Pagi

CNN Indonesia
Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB
Kebakaran melanda supermarket Trans Home di Sleman, Kamis (1/10), menewaskan 2 karyawan. Pemadaman masih berlangsung hingga Jumat pagi. (Foto: ANTARA FOTO/ILHAM NUR ARIFIN)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Upaya penanganan dan pemadaman kebakaran yang menimpa supermarket bahan bangunan Trans Home di Jalan Yogya-Solo, Berbah, Sleman, DIY masih terus berlangsung hingga Jumat (2/10) pagi.

Asap hitam dilaporkan masih terus membubung dari area basement bangunan tersebut sampai sekitar pukul 08.50 WIB pagi tadi.

Kapolsek Berbah AKP Fitrianto Heri Nugroho mengungkapkan, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) di lokasi untuk melokalisasi dan mengidentifikasi sumber kepulan asap yang tak kunjung padam.

"Masih (penanganan). Tadi saya koordinasi dengan Kepala Damkar yang di lokasi. Jadi memang belum tahu penyebabnya yang di bawah kok belum bisa hilang, terkait dengan asapnya itu loh, asap hitam ya," kata Heri saat dihubungi, Jumat (2/10) pagi.

Heri menyebutkan, dugaan sementara kepulan asap pekat tersebut berasal dari material tertentu di area bawah bangunan yang terbakar.

Ia menambahkan, petugas sempat heran karena asap hitam tetap keluar meski penyiraman air sudah dilakukan secara masif sejak malam hari.

"Kalau perkiraan tadi, mungkin ada barang seperti karet yang memang di bawah yang memang sudah terbakar kemudian apa namanya, memicu kayak bau, keluknya (asapnya) itu kan bau kayak bau karet toh," ujarnya.

"Yang bisa masuk, yang bisa masuk itu dari Damkar. Kalau dari kepolisian kan mengamankan lokasi. Kalau kita ber-statement, 'Oh, ada api di dalam,' nah kita agak berani," sambungnya.

Hingga Jumat pagi, armada pemadam kebakaran beserta petugas gabungan masih disiagakan di lokasi untuk melakukan penyisiran dan proses pendinginan.

Sementara itu, jajaran kepolisian juga telah memasang garis polisi (police line) di area selatan bangunan guna mengamankan puluhan hingga ratusan kendaraan milik pegawai yang ikut hangus terbakar.

Polisi juga menyiagakan personel di sekitar lokasi untuk mengurai kemacetan lalu lintas akibat banyaknya warga yang memperlambat laju kendaraan untuk mengambil gambar.

Terkait data korban, selain dua karyawan perempuan yang dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (1/10) kemarin, terdapat korban masing-masing luka lecet dan sesak napas yang mendapatkan perawatan medis.

Mengenai pemeriksaan saksi-saksi dan penyebab pasti kebakaran, pihak kepolisian masih menunggu hasil identifikasi resmi.

"Nah, kita nunggu identifikasi dulu ya terkait dengan itu ya," pungkasnya.

Peristiwa kebakaran hebat yang menghanguskan supermarket bahan bangunan dan elektronik modern Trans Home ini pertama kali dilaporkan terjadi pada Kamis (1/10) sekitar pukul 12.00 WIB. Kobaran api merambat dan membakar struktur bangunan yang memiliki tiga lantai serta satu area basement.

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa titik api awal dilaporkan muncul dari sisi selatan atau bagian belakang gedung, meski penyebab pasti munculnya si jago merah masih dalam penyelidikan.

Insiden ini menelan dua korban jiwa yang merupakan karyawan perempuan di supermarket tersebut.

Upaya pemadaman pada hari pertama melibatkan penanganan masif dari tim gabungan BPBD, Kepolisian, Dinas Sosial, serta puluhan armada pemadam kebakaran yang didatangkan tidak hanya dari Sleman, tetapi juga bantuan dari Bantul, Kulon Progo, Klaten, hingga Magelang.

Selain melahap struktur bangunan dan gudang material kimia di basement, amukan api juga menghanguskan sekitar 100 unit kendaraan bermotor yang terparkir di area lokasi kejadian.

(wis/kum/wis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK