Pramono Beber Kunci Jakarta Bisa Ungguli New York Atasi Kemacetan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan tingkat kemacetan Jakarta lebih baik daripada New York. Pramono merujuk pada ranking Jakarta yang berada pada urutan 17 dalam hal transportasi, meninggalkan New York jauh di bawahnya.
"Yang membuat Mayor Mamdani [Wali Kota New York] kaget adalah secara ranking Jakarta juga jauh lebih baik daripada New York dalam hal transportasi. Kita ranking 17 dunia, New York jauh lebih di bawah," Kata Pramono dalam wawancara khusus dengan CNN Indonesia di Balai Kota, Jakarta, Jumat (2/10).
Pramono juga menyebut hal ini membuat Zohran Mamdani bertanya-tanya apa yang menjadi kunci Jakarta bisa lebih baik, padahal sebelumnya kemacetan Jakarta lebih parah daripada New York.
Pramono kemudian menjelaskan soal Transjabodetabek yang menjadi kunci berkurangnya kemacetan di Jakarta.
"Karena Transjabodetabek lah salah satu kata kunci yang membuat transportasi di Jakarta menjadi lebih baik," ujarnya.
Menurut Pramono, dahulu pengaturan transportasi hanya fokus pada area Jakarta. Namun sekarang transportasi tidak hanya diatur di area Jakarta, tetapi juga daerah sekitarnya seperti Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, hingga Tangerang Selatan.
Daerah sekitar Jakarta ini terhubung dengan transportasi seperti Bus Transjakarta. Hal inilah yang menurutnya dapat membuat kemacetan turun secara signifikan.
"Sekarang ada koneksi pakai Bus Transjakarta, itulah yang kemudian secara signifikan menurunkan kemacetan," kata Pramono.
Tidak hanya Bus Transjakarta, Pramono menyebut terdapat transportasi umum lain yang juga berpengaruh terhadap penurunan kemacetan di Jakarta. Ia mencontohkan Commuter Line atau KRL yang menjawab solusi dari permasalahan kemacetan yang kerap dihadapi oleh para penonton konser.
Pramono menjelaskan penonton merasa lebih gembira ketika pulang menyaksikan konser tidak mengalami kemacetan, sebab mereka dapat menggunakan KRL yang hanya butuh waktu 25 hingga 30 menit untuk sampai ke rumah.
"Parkirnya sekarang ini semuanya di Ancol. Kita hubungkan antara Jakarta International Stadium (JIS) dengan Ancol dan kemudian ada KRL. Orang senang karena rata-rata sekarang orang kalau nonton konser The Weeknd [nama konser] ini mereka pulang ke kediamannya masing-masing itu hanya membutuhkan 25 hingga 30 menit bahkan," jelasnya.
Transportasi umum lain yang juga turut mempengaruhi penurunan kemacetan di Jakarta adalah Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), Transjabodetabek, Minitrans, dan Jaklingko.
Untuk memaksimalkan solusi kemacetan, Pramono bahkan mengembangkan transportasi umum menjadi lebih luas. Misalnya, pembangunan rute LRT Kelapa Gading - Manggarai yang sebelumnya hanya ada rute Kelapa Gading - Velodrome.
"Dulu LRT nya kan hanya dari Kelapa Gading sampai Velodrome, hanya itu saja sampai kapanpun LRT itu enggak akan bisa berkembang karena terlalu pendek tidak menghubungkan ke mana-mana. Maka, kemudian saya menarik menyelesaikan [pembangunan LRT] sampai dengan Manggarai," ujar Pramono.
Tak berhenti sampai di situ, Pramono sebut masih membangun rute LRT Dukuh Atas. Ia berharap pembangunan rute ini selesai pada tahun 2028.
"Dan mudah-mudahan tahun 2028 sampai dengan Dukuh Atas," sambungnya.
Rute lain yang juga direncanakan Pramono adalah rute LRT menuju Jakarta International Stadium (JIS) dan rute LRT menuju Stasiun Kereta Cepat Halim. Ia berharap pembangunan ini akan rampung sebelum era nya berakhir.
"Sehingga mudah-mudahan itu akan selesai dalam era ini," ucapnya.
Pramono menilai jika perluasan moda transportasi ini rampung, maka pilihan transportasi umum di area Jakarta dan sekitarnya akan menjadi lebih banyak.