Bobby Nasution: Cukup Sekali Pindah Partai, Biarlah Saya di Gerindra

CNN Indonesia
Minggu, 04 Okt 2026 09:40 WIB
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam acara Diklat Laskar Partai Gerindra Sumut di Sibolangit, Deliserdang, Sabtu (3/10/2026). (CNNIndonesia/Farida)
Medan, CNN Indonesia --

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengaku tak ingin lagi pindah partai, dan tetap bersama Gerindra. Hal itu disampaikan Bobby dalam kesempatannya berbicara di podium acara Diklat Laskar Partai Gerindra Sumut di Sibolangit, Deliserdang, Sabtu (3/10).

Mulanya Bobby mengaku seharusnya dia tak berdiri di podium, melainkan berada di dalam barisan peserta diklat tersebut karena merupakan kader baru di Gerindra. Sebelumnya Bobby adalah kader PDIP seperti halnya mertuanya, Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) dan kakak ipar, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Namun perhelatan Pemilu Legislatif, Pilkada, dan Pilpres 2024 telah membuat dia dan juga Jokowi serta Gibran hengkang dari PDIP.

"Sejujurnya, seharusnya saya bersama-sama berada bersama kalian, di barisan kalian. Karena saya juga baru masuk (Partai Gerindra)," kata Bobby.

Dalam kesempatan itu, Bobby lalu menceritakan perjalanan politiknya sebelum bergabung dengan Gerindra. Ia sebelumnya merupakan kader PDIP, dan memenangi kursi Wali Kota Medan bersama partai itu.

Namun, kata Bobby, dirinya lalu dipecat dari partai tersebut karena sikap untuk Pilkada dan Pilpres 2024. Dalam Pilpres 2024, Bobby mendukung Prabowo-Gibran yang merupakan rival dari pasangan yang diusung PDIP, Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

"Sebelumnya saya pernah di sebuah partai lain. Beberapa tahun saya di partai sebelumnya, saya dipecat, diberhentikan," urai Bobby.

Menurut Bobby, situasi tersebut sempat membuatnya merasa gelisah. Namun Partai Gerindra dengan tangan terbuka menerimanya bergabung.

Bobby pun menegaskan tak ingin kembali berpindah partai. Sebab ia telah menemukan tempat yang tepat untuk melanjutkan perjalanan politiknya.

"Namun yang membuat saya tenang, saat itu saya melihat kader dan Partai Gerindra membuka tangan selebarnya buat saya. Ini adalah jalan saya, yang menurut saya cukup sekali pindah partai. Biarlah saya di Partai Gerindra," kata Bobby.

Menurut Bobby, Partai Gerindra merupakan wadah yang tepat untuk memperjuangkan cita-cita bangsa. Dia mengaku menemukan ketenangan ketika Partai Gerindra membuka pintu untuknya.

"Gerindra adalah rumah yang pantas dan tepat untuk kita mencapai cita-cita Bangsa Indonesia," kata Bobby.

Menurut Bobby, Gerindra menjadi besar melalui proses panjang dan perjuangan para kader. Oleh karena itu, ia meminta kader partai yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto sebagai ketua umum itu tidak berhenti melakukan kerja-kerja politik dan konsolidasi untuk memperkuat partai di Sumut.

"Gerindra bukan partai tanpa perjuangan dan bukan partai yang tiba-tiba jadi pemenang. Kita semua termasuk saya, mari kita torehkan nama kita untuk membesarkan nama Gerindra minimal di Sumut," ucap Bobby.

Bobby juga meminta kader Gerindra di Sumatera Utara ikut mengawal dan menyukseskan program-program Prabowo sebagai presiden. Ia menilai program pemerintah perlu disampaikan hingga ke tingkat masyarakat bawah agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas

"Kami dan kita semua, titip untuk jaga bukan hanya nama baik partai tetapi juga program-program Pak Presiden. Program-program Pak Presiden sangat berdampak kepada masyarakat bawah yaitu untuk menyejahterakan masyarakat," kata Bobby.

Bobby mendorong Gerindra Sumut meningkatkan konsolidasi, termasuk mempertemukan kepala daerah yang merupakan kader Gerindra secara rutin. Ia mengusulkan agar pertemuan tersebut dapat dilakukan setidaknya sebulan sekali untuk menyelaraskan program pemerintah pusat dengan pelaksanaan di daerah.

(fnr/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK