Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkap alasan atas penambahan 204 satuan baru di tubuh TNI yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada HUT ke-81 TNI.
Agus menyinggung doktrin pertahanan rakyat semesta. Ia mengatakan wilayah Indonesia sangatlah luas, sehingga butuh sistem pertahanan, termasuk prajurit yang kuat dalam mempertahankan kedaulatan negara.
"Jadi ya pasukan yang ada nanti akan kita sebar di sampai dengan ke pulau-pulau terkecil. Jangan sampai pulau-pulau yang banyak tidak dihuni oleh kita, nanti diambil oleh negara lain dan jadi kedaulatan kita terganggu," ucap Agus di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (5/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, ia juga menyinggung keberadaan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) yang secara fungsi tidak hanya mengemban fungsi pertahanan, tapi juga fungsi teritorial dan pembangunan.
Ia mengatakan beberapa di antara fungsi teritorial dan pembangunan itu adalah membantu masyarakat menanam padi.
Agus menyampaikan dalam satuan Yon TP dari keseluruhan sembilan kompi pasukan, terdapat empat kompi yang disebut sebagai kompi produksi.
"Empat kompi itu kompi produksi yang bisa menanam, membantu menanam padi dan sebagainya, ya, itu untuk masyarakat ya. Semuanya yang kita lakukan itu untuk masyarakat. Jadi banyak lahan-lahan yang banyak lahan tidur yang harus kita kelola dengan baik, hasilnya ya untuk masyarakat," ucap dia.
Bertepatan dengan HUT ke-81 TNI, Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan 204 satuan baru yang berada di bawah tiga matra TNI.
Enam dari keseluruhan satuan itu merupakan Komando Daerah Militer (Kodam) baru. Meliputi Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah yang meliputi wilayah teritorial Kepulauan, Kodam XXVIII/Molku Kie Raha meliputi wilayah teritorial Maluku Utara, Kodam XXVI/Mataram yang melingkup wilayah teritorial DI Yogyakarta.
Lalu, Kodam XXIX/Mambruk, Kodam Sobe Sonbai yang akan membawahi wilayah teritorial Nusa Tenggara Timur, dan terakhir Kodam XXX/Rinambora.