Pramono Bakal Bangun Saringan Sampah di 11 Sungai Jakarta

CNN Indonesia
Selasa, 06 Okt 2026 05:15 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (ketiga kanan) didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi (kanan) meninjau sistem pengolahan sampah di Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS), Jakarta, Senin (5/10/2026). Pemerintah Provinsi DK
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan bakal membuat fasilitas penanganan sampah kiriman, seperti Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS), di 11 sungai yang mengalir di Ibu Kota. (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan bakal membuat fasilitas penanganan sampah kiriman, seperti Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS), di 11 sungai yang mengalir di Ibu Kota.

"Dalam kesempatan ini, saya juga ingin menyampaikan bahwa kita akan mengembangkan penanganan yang seperti ini di 11 sungai yang ada di Jakarta," ujar Pramono ketika meninjau SSTBS, Jakarta Selatan, Senin (5/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pramono mengatakan 11 sungai yang akan dipasang penyaring sampah ini antara lain Kali Sunter, Cipinang, Jatikramat, Baru Timur, Baru Barat, Angke, Grogol, Krukut, Buaran, Kalimalang, serta Kali Cakung.

Fasilitas penanganan sampah di sebelas sungai tersebut seperti Saringan Sampah TB Simatupang atau SSTBS yang berada di aliran Sungai Ciliwung.

SSTBS sendiri merupakan sebuah fasilitas terpadu yang bertugas mengelola dan menyaring awal sampah kiriman sebelum masuk ke aliran sungai. Fasilitas ini dikhususkan untuk menangani sampah Sungai Ciliwung sebelum masuk ke Manggarai.

"Dari Sungai Ciliwung inilah kemudian hampir 30 persen sampah bisa diambil, diolah di sini. Sebagian untuk menjadi organik dan sebagian residu, sebagian lagi di-pressing untuk kebutuhan beberapa industri yang ada di sekitaran sini," ujarnya.

Selain itu, Gubernur Jakarta ini juga menyebut bahwa sampah yang ditangani di SSTBS mulai dikirim ke Ciangir dan Cilincing dalam bentuk kompos.

Namun, tak hanya fasilitas saringan sampah seperti yang di TB Simatupang ini. Penanganan sampah juga didukung oleh fasilitas RDF Rorotan, RDF Bantar Gebang, fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), hingga TPS 3R.

Dengan demikian, fasilitas-fasilitas ini diharapkan dapat membantu menangani persoalan sampah di Jakarta dengan lebih baik. Masalah sampah, Pramono sebut, nantinya juga tidak lagi ditangani secara parsial melainkan secara lebih holistik dan terencana.

"Saya memberikan support sepenuhnya penanganan sampah di Jakarta yang selama ini masih bersifat parsial, sekarang mulai kita tangani secara lebih terencana," katanya.

(mou/fra)
placeholder