Bau Gas Menyengat Tercium Sebelum Ledakan Ruko di Pakuwon City
Ledakan dahsyat menghancurkan kompleks Ruko San Antonio, Pakuwon City, Jalan Kalisari Utara, Surabaya, pada Selasa (6/10) pagi. Saksi mata di lokasi mengatakan, kejadian itu didahului oleh bau gas yang sangat menyengat di sekitar lokasi kejadian.
Budi Armanto (35), seorang saksi mata, mengungkapkan bahwa sebelum ledakan terjadi pada sekitar pukul 07.10 WIB, ia dan istrinya sempat mencium bau gas yang kuat. Saat itu, mereka sedang menunggu sebuah warung makan buka pada jarak sekitar 30 meter dari titik ledakan.
"Istri saya sempat bilang kok bau gas menyengat sekali. Tidak lama setelah ngobrol soal bau gas itu, makanan belum datang, langsung meledak keras," kata Budi kepada CNNIndonesia.com di lokasi.
Arman mengatakan, dampak ledakan tersebut dirasakan sangat dahsyat. Budi menyebut suara ledakan itu membuat telinganya berdengung. Serpihan kaca dari ruko yang hancur juga terlempar jauh hingga mengenai mobil miliknya yang sedang terparkir.
Sesaat setelah kejadian, Budi melihat sejumlah korban keluar dari area ruko dengan kondisi pakaian yang compang-camping dan mengalami luka yang diduga merupakan luka bakar.
"Ngeri. Telinga saya sampai sekarang masih agak dengung. Saya lihat ada sekitar tiga sampai lima orang korbannya compang-camping, mungkin luka bakar, dan langsung dievakuasi," ujar Budi.
Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya, M Rokhim membenarkan adanya evakuasi sejumlah korban yang terdampak langsung oleh insiden ledakan tersebut untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.
"Info terakhir ada korban luka dibawa ke RS Haji," kata Rokhim.
Mengenai pemicu pasti kejadian tersebut, petugas masih belum dapat memastikannya. Rokhim menyebut saat ini Tim Inafis telah tiba di tempat kejadian perkara dan sedang melakukan proses identifikasi secara menyeluruh.
"Penyebab masih ditelusuri oleh pihak inafis di lokasi," ujar Rokhim.
Laporan awal mengenai peristiwa tersebut diterima oleh Command Center 112 Surabaya pada pukul 07.11 WIB. Merespons laporan darurat itu, tim gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan evakuasi, sterilisasi area, dan pengamanan lokasi guna mencegah potensi insiden susulan.
"Saat ini masih dalam penanganan oleh Tim Call 112. Warga diimbau mencari jalur alternatif lain karena akses jalan digunakan oleh mobil petugas," bunyi keterangan resmi Command Center 112 Surabaya.