41 Bangunan Rusak Imbas Ledakan Ruko di Pakuwon City Surabaya
Sedikitnya 41 bangunan yang terdiri dari deretan ruko dan permukiman warga dilaporkan rusak imbas ledakan dahsyat di Depot Nasi Tempong Sri Dewi, kompleks Ruko San Antonio, Pakuwon City, Jalan Kalisari Utara, Mulyorejo, Surabaya, pada Selasa (6/10) pagi.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengatakan, ledakan tersebut berdampak luas hingga merusak puluhan bangunan di sekitarnya. Dari total 41 bangunan yang terdampak, lima di antaranya mengalami kerusakan parah.
"Dan untuk kerusakan yang terjadi di seputaran TKP, ini terdata sampai saat ini ada kurang lebih 41 yang mengalami rusak, berupa pecah kaca sebagian besar karena memang dari ledakan itu cukup menimbulkan getaran yang cukup kuat," kata Luthfie di lokasi kejadian.
Luthfie merinci, puluhan bangunan yang rusak tersebut meliputi unit ruko yang berada satu blok dengan lokasi kejadian, serta belasan unit rumah warga yang terletak tepat di belakang ruko. Sebagian besar kerusakan berupa kaca pecah.
"Ya, ada ini ruko yang di seputaran lokasi ini, kemudian 15 itu rumah yang di belakang. Rusak parahnya lima, yang lainnya rusak ringan aja," ujarnya.
Selain 41 bangunan yang rusak, pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, sejumlah 11 kendaraan roda dua, empat kendaraan roda empat dan satu truk juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat ledakan.
Namun ledakan ini dipastikan bukan berasal dari bahan peledak. Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim Kompol Dyan Vicky Sandi menjelaskan peristiwa ini diduga murni efek tekanan gas yang terkumpul dalam satu ruangan tertutup.
Daya dorong gas yang kuat menghancurkan tembok kanan dan kiri serta memecahkan kaca bagian depan depot, membuat material bangunan terlempar.
"Jadi karena ada tekanan gas yang terkumpul dalam satu ruangan, sehingga setelah terpicu itu akan meledak, berakibat dengan kerusakan yang tadi disampaikan oleh Kapolres," kata Dyan.
Insiden ini juga mengakibatkan lima orang, yang terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan, mengalami luka-luka, Mereka saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Haji.