Puan Minta Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan Aktivis BEM UI

CNN Indonesia
Rabu, 07 Okt 2026 01:30 WIB
Ketua DPR Puan Maharani. (Tangkapan Layar Youtube TV Parlemen)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak aparat kepolisian segera menangkap orang tak dikenal (OTK) pelaku pengeroyokan Koordinator Sosial dan Politik BEM UI Hafidz Hernanda di wilayah Tebet, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.

"Kami akan meminta kepada pihak kepolisian untuk bisa menyelidiki hal tersebut dengan sebaik-baiknya dan kemudian segera untuk untuk menemukan pelakunya," ujar Puan di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (6/10).

Dia mengaku bakal menugaskan Komisi terkait untuk mendalami insiden tersebut. Puan menegaskan insiden kekerasan dalam bentuk apapun tak bisa dibenarkan.

"Nanti di Komisi III kami akan pertanyakan kenapa itu bisa terjadi dan hal-hal seperti itu tidak boleh terulang kembali," kata politikus PDIP itu.

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menilai insiden yang menimpa Hafidz sebagai bentuk teror dan harus segera diungkap motifnya. Menurut dia, apapun alasannya kekerasan tak bisa ditolerir.

"Penyerangan secara fisik kepada mahasiswa adalah bentuk teror yang nyata dan harus diungkap agar motif pemukulan itu dapat diketahui," kata Nasir.

Meski begitu, dia meyakini polisi akan segera menangkap pelaku pengeroyokan. Dia berharap ada saksi atau rekaman kamera pengawas lingkungan (CCTV) untuk menjadi petunjuk bagi aparat.

"Kami yakin polisi akan menemukan pelakunya. Semoga di lokasi kejadian terdapat kamera pengawas (CCTV) sehingga bisa menjadi petunjuk bagi polisi untuk menemukan pelaku," katanya.

Koordinator Sosial dan Politik Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), Hafidz Hernanda diduga menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Dalam unggahan di akun Instagram @gerpolek.id, disebutkan dugaan penganiayaan itu terjadi pada Minggu (4/10) sekitar pukul 23.50 WIB.

"Berdasarkan informasi yang beredar Hafidz disebut mengalami kekerasan setelah ditendang hingga terjatuh dari sepeda motor. Pelaku kemudian diduga memukul Hafidz," demikian tertulis dalam unggahan tersebut.

Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra menceritakan peristiwa itu terjadi saat Hafidz hendak pulang setelah melakukan konsolidasi di wilayah Tebet. Kemudian, kata Fathimah, pria yang karib disapa Bapis tersebut tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal (OTK) hingga mendapatkan ancaman pembunuhan.

"Dalam perjalanan pulangnya usai konsolidasi, teman kami Hafidz yang kerap kami panggil Bapis, yang mengendarai sepeda motor menjadi korban tindak kekerasan, penganiayaan, pencurian, dan ancaman pembunuhan oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Tebet Barat Dalam IX Nomor 21," kata Fathimah di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa.

Akibat peristiwa itu, sambung Fathimah, Bapis mengalami mengalami luka-luka mulai dari cedera kepala, lebam, dan robek di area bibirnya.

"Penyerangan ini tidak dapat kami atribusikan sebagai insiden pencurian biasa, karena di dalam kronologi kasus tersebut dan barang bukti yang ditemukan, terdapat beberapa indikasi yang patut menimbulkan kecurigaan atas modus operandi dari insiden ini," ucap Fathimah.

Dalam kesempatan yang sama, Legal Consultant BEM UI, Adiluhung menyoroti bahwa sepeda motor Hafidz tidak dibawa kabur oleh pelaku. Kata dia, pelaku justru langsung menyerang Hafidz setelah menendang motornya.

"Setelah menendang motor Bapis, pelaku justru memilih untuk memukuli saudara Bapis. Tidak ada upaya dari pelaku untuk mengambil motor atau barang berharga lainnya, pada awalnya," ujarnya.

"Pelaku baru bergerak untuk mengambil handphone Bapis setelah pertikaian selesai. Fakta tersebut menjadi aneh apabila memang motivasi awalnya adalah untuk melakukan pembegalan," sambung dia.

Sementara itu, Polda Metro Jaya mengaku akan menyelidiki aksi dugaan pengeroyokan terhadap Hafidz. Mereka berharap korban atau pihak terkait segera melaporkan dugaan pengeroyokan itu ke kepolisian untuk membantu proses penyelidikan.

"Tentunya kami dari Polda Metro Jaya akan mendalami peristiwa ini yang kejadian di Tebet, adanya pemukulan ataupun dugaan penganiayaan kepada salah satu dari organisasi mahasiswa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan dikutip Selasa.

(thr/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK