4 WNI Kru Kapal Disandera Bajak Laut Somalia Lima Bulan Tiba di RI
Empat WNI Kru Kapal MT Honour yang menjadi korban bajak laut Somalia akhirnya selamat sampai Tanah Air, melalui Terminal VIP Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada Selasa (6/10) malam.
Selamat dari sandera Bajak Laut Somalia selama lima bulan, keempat kru langsung disambut peluk haru hingga air mata sanak keluarga, bahkan ibunda Kapten Kapal MT Honour, Ashari Samadikun sampai jatuh pingsan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono bersyukur para kru bisa bebas dari penyanderaan selama kurang lebih 5 bulan 10 hari hingga kembali kepelukan keluarga.
"Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, bahwa hari ini kita bisa menyambut kedatangan saudara-saudara kita: Kapten Ashari Samadikun (34), Bapak Wahudinanto (48), kemudian Mas Adi Faizal (27), dan Fiki (25), yang setelah melalui perjalanan panjang, bisa kembali dengan selamat ke tanah air, ke pangkuan keluarga mereka tercinta," ujar Sugiono.
Selanjutnya, Sugiono memastikan, pihaknya akan merawat kesehatan kru yang mengalami luka tembak seperti Fiki Mutakin.
Menambahkan hal itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanantha C. Nasir mengungkapkan sedikitnya terdapat sekitar 17 kru Kapal MT Honour 25 yang disandera dari berbagai warga negara seperti India, Pakistan, Myanmar, dan 4 diantaranya WNI.
Karena itu, pihaknya harus berkoordinasi dengan beberapa negara asal kru kapal, terutama pada Pemerintah Somalia. Terlebih lagi, proses negosiasi pembebasan dilakukan secara rahasia atau tertutup.
"Sejak awal kita tidak terbuka kepada media bagaimana proses ini, karena proses perundingan, negosiasi, diplomasi tidak ingin digunakan oleh pihak pembajak untuk menekan kita," kata Arramanatha.
"Jadi dalam situasi-situasi seperti ini, kita akan selalu menjaga agar semua proses tertutup agar jangan sampai merugikan kita dan para WNI kita yang dalam situasi kesulitan," sambungnya.
Sementara itu, Kapten Kru Kapal MT Honour 25, Ashari Samadikun berterima kasih kepada Pemerintah RI, yang telah menyelamatkan hidupnya dan para kru kapalnya.
Kendati begitu, Ashari meminta maaf karena tidak semua kru bisa selamat atau harus tewas di tangan para pembajak.
"Saya selaku kapten, memohon maaf sebesar-besarnya kepada kelima keluarga kru saya yang telah meninggal. Saya tidak bisa menepati janji membawa semua kru dalam keadaan selamat," ucap Ashari sambil berlinang air mata.