Prabowo ke 800 Jenderal: Jaga Kepercayaan Rakyat, Cepat Bantu Warga
Sekretaris Kabinet Letkol TNI Teddy Indra Wijaya mengungkap isi taklimat Presiden RI Prabowo Subianto kepada 800 perwira tinggi TNI-Polri di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/10).
Ia menyebut Prabowo mengingatkan kepada aparat TNI-Polri untuk memperbaiki layanan kepada masyarakat serta terus menjaga kepercayaan masyarakat sebagai landasan dalam menjalankan tugasnya.
"Jaga kepercayaan rakyat, TNI adalah tentara rakyat dan Polri adalah polisi masyarakat. Perbaiki layanan kepada warga dan selalu menjadi yang tercepat dalam membantu warga di setiap situasi," kata Teddy dalam keterangannya, Rabu (7/10).
Teddy mengatakan bahwa Prabowo berpesan kepada seluruhnya untuk tetap menjaga integritas dan jangan ada ego sektoral.
Ia mengatakan seluruh prajurit TNI-Polri harus mengedepankan kesejahteraan rakyat.
Selain itu, Teddy menyampaikan Prabowo juga menekankan pentingnya kekompakan, integritas, serta kesiapsiagaan TNI dan Polri.
"Terus menjadi contoh dalam setiap tugas, dari perwira di atas sampai prajurit di bawah," ucap dia.
Ia mengatakan bahwa pangkat dan kehormatan yang diberikan oleh negara juga diikuti tanggung jawab besar.
Teddy mengatakan seluruh prajurit TNI-Polri harus siap menjalankan tugas dan menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan lain.
"Para perwira TNI-Polri harus siap menjalankan tugas, memiliki keberanian dalam menghadapi berbagai tantangan, serta menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan lainnya," ujarnya.
Terpisah, usai acara tersebut, Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurahman menyebut Prabowo menginstruksikan agar rekrutmen prajurit TNI-Polri ke depan mengedepankan segi intelektual, tak hanya melihat aspek fisik semata.
Dudung bahkan menyinggung bahwa tidak menjadi masalah bagi mereka yang mengenakan kacamata tetapi memiliki intelektualitas tinggi.
"Kemudian harus menyiapkan juga secara profesional baik sistem rekrutmen ke depan itu adalah tidak serta melihat tentang fisik tetapi adalah intelektual," kata Dudung.
(mnf/kid)