Warga Laporkan Dugaan Penganiayaan Buntut Petasan Maulid di Jaksel

CNN Indonesia
Kamis, 08 Okt 2026 02:30 WIB
Seorang perempuan melaporkan dugaan penganiayaan saat protes suara petasan di acara Maulid Nabi di Jakarta.
Ilustrasi perempuan korban kekerasan. (Istockphoto/iweta0077)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang perempuan berinisial LK melaporkan aksi dugaan penganiayaan yang dialaminya saat memprotes suara petasan tengah malam di acara Maulid Nabi di Pondong Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Laporan tersebut dilayangkan ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin (5/10) lalu dan teregister dengan nomor LP/B/4008/X/2026/SPKT/POLRES METRO JAKSEL/POLDA METRO JAYA.

"Jadi kemarin tanggal 5 Oktober, datang seorang perempuan inisial LK melaporkan perbuatan yang dialaminya. Dan perkara itu yang dialaminya berupa pengeroyokan dan/atau penganiayaan," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi kepada wartawan, Rabu (7/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Joko mengatakan sebenarnya sudah dilakukan dua kali mediasi antara warga dengan pihak penyelenggara acara terkait peristiwa tersebut. Namun, mediasi itu gagal sehingga salah seorang warga akhirnya menempuh jalur hukum dengan membuat laporan polisi.

Dalam laporan itu, kata Joko, pelapor tidak mempermasalahkan soal acara keagamaan yang digelar. Melainkan soal aksi penganiayaan yang dialami korban saat memprotes suara petasan atau kembang api.

"Jadi yang dialami saudari LK ini, yang dijelaskan pada kami, yang bersangkutan mengalami didorong, dijambak, dan juga dipukul, dari pengakuannya," tutur dia.

"Terkait itu pun kami sudah melakukan visum terhadap korban, dan tentunya hasilnya nanti dari hasil visumnya," sambung Joko.

Dalam laporan itu, pelapor turut menyerahkan sejumlah barang bukti berupa rekaman-rekaman kejadian yang dialami dan surat pengantar visum.

Menurut Joko saat ini pihaknya masih melakukan serangkaian penyelidikan terkait laporan tersebut. Termasuk mendalami jumlah terduga pelaku yang melakukan penganiayaan.

"Ini nanti akan dalam proses penyelidikan. Nanti berjalan di situasi kejadian itu siapa dan berbuat apa, tentunya dari penyelidikan akan kita telusuri. (Terlapor) tentunya masih dalam lidik kami," ucap Joko.

Sebelummya, suara petasan di acara Maulid Nabi di kawasan Pondong Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berujung ricuh. Kegiatan yang digelar dengan berisiknya petasan bersahutan di langit hingga Sabtu (3/10) dini hari itu membuat waktu tidur warga terganggu.

Seorang ibu bernama Amanda Andono yang protes terhadap suara petasan justru berujung intimidasi hingga ancaman kekerasan dari sekelompok pelaku. Kata dia, acara tersebut digelar pada hari Sabtu pagi hingga tengah malam.

"Mereka bikin acara kombo itu ya untuk reuni akbar keluarga besar dihadiri oleh semua kerabat juga keturunan mereka, dari pagi sampai tengah malam itu," kata Amanda mengutip detikcom, Senin (5/10).

Salah satu warga yang terganggu menurutnya sempat dibentak karena mendatangi lokasi acara dan melayangkan protes. Dia mengatakan beberapa kali mediasi sempat diupayakan oleh pihak-pihak yang terlibat.

"Kemarin ada akhirnya dua kali mediasi, pertama siang yang diprakarsai Pak RW tapi pihak penyelenggara dan yang punya acara nggak hadir sama sekali, hanya perwakilan," ucap dia.

"Lalu malam jam 20.00 WIB di kelurahan diprakarsai oleh Bu Lurah-yang juga udah aku DM dan terangkan panjang lebar-dihadiri juga oleh pihak penyelenggara bersama yang bikin acara," sambungnya.

Sementara itu, Lurah Pondok Pinang Dina Roslina mengatakan berdasarkan informasi dari penyelenggara, mereka telah berkoordinasi dengan RT/RW serta babinsa setempat. Namun kegiatan pada pada Sabtu malam tersebut belum dilengkapi surat izin resmi dari kepolisian.

"Panitia menyadari dan mengakui bahwa kegiatan mereka ini tidak memiliki izin. Kemudian mereka menyesali perbuatan mereka yang mungkin terbawa emosi sehingga ada tindakan indikasi kekerasan yang dirasakan oleh para korban," kata Dina.

(dis/kid)
placeholder