Peringatan BMKG: Sumsel Alami Puncak Suhu Maksimal Akhir Oktober

CNN Indonesia
Senin, 12 Okt 2026 13:27 WIB
Kendaraan melintas di atas Jembatan Ampera yang tertutup kabut asap Palembang, Sumatera Selatan, Senin (5/10/2026). (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan (Sumsel) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini puncak suhu maksimal yang bakal menerpa wilayah Indonesia, terutama Sumsel.

Atas hal tersebut, BMKG memberikan peringatan dini agar mewaspadai peningkatan titik panas atau hotspot. Hotspot adalah citra satelit yang mengindikasikan wilayah tersebut terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Palembang dan sejumlah wilayah di Sumatera Selatan diprakirakan memasuki periode puncak suhu maksimum utama pada akhir Oktober. Rata-rata suhu udara pada periode tersebut dapat mencapai 35 - 37 derajat celcius," demikian siaran pers BMKG yang diterima, Senin (12/10).

"Fenomena ini berkaitan dengan gerak semu tahunan Matahari yang telah melintasi ekuator menuju Belahan Bumi Selatan (BBS). Meski penyinaran Matahari terus bergeser ke selatan, suhu maksimum tidak langsung mencapai puncaknya pada saat yang sama," sambungnya.

Dalam paparannya, BMKG menyatakan permukaan bumi membutuhkan waktu untuk merespons energi Matahari yang diterima, sehingga puncak suhu dapat terjadi beberapa minggu setelah periode penyinaran maksimum.

"Jeda ini dikenal sebagai thermal lag," Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis

Dia mengatakan kondisi tersebut perlu diwaspadai, karena musim kemarau masih berlangsung di sejumlah wilayah Sumsel. 

"Suhu tinggi, kelembapan tanah yang rendah, serta vegetasi yang mengering dapat meningkatkan kerentanan lahan terhadap kebakaran," kata Wandayantolis.

"Jika terjadi penyulutan api, kebakaran dapat lebih mudah berkembang dan memperburuk kondisi asap," sambungnya.

Mengutip dari laman SiPongi yang dikelola Kemenhut, diakses pukul 13.17 WIB, jumlah hotspot di Sumsel dengan tingkat kepercayaan tinggi (high) berdasarkan satelit NASA-NOAA20 ada setidaknya 40. Terbanyak adalah di Ogan Komering Ilir (OKI), 35.

Lalu ada Ogan Ilir (2), Ogan Komering Ulu Timur (2), dan Banyuasin (1).

(kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK