Satpol PP Ricuh dengan Pekerja Proyek Dekat Kejagung

CNN Indonesia
Senin, 12 Okt 2026 14:31 WIB
Ilustrasi pekerja proyek di Jakarta. (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pasukan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemprov DKI Jakarta terlibat cekcok dengan sejumlah pekerja proyek di sekitar Kompleks Kejaksaan Agung (Kejagung), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (12/10).

Kericuhan yang terjadi diduga saat jam istirahat atau makan siang itu pun terekam video dan viral di media sosial.

Video itu menunjukkan mulanya mereka cekcok, hingga akhirnya terlibat aksi saling dorong, dan para pekerja proyek turut melemparkan helm proyek mereka ke arah petugas Satpol PP.

Dalam video yang viral juga terlihat pekerja yang sedang santap siang pakai nasi bungkus berusaha mencari tempat aman.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan menjelaskan kejadian itu bermula saat rombongan petugas Satpol PP melintasi Jalan Kyai Maja usai melaksanakan penertiban. Dia menyebut kegiatan itu menargetkan pedagang kaki lima, parkir liar, hingga penyandang masalah kesejahteraan sosial.

Salah satu lokasi penertiban itu adalah area parkir liar di depan Kolam Renang Bulungan, Jakarta Selatan. Satriadi menyebut dalam pelaksanaan penertiban itu, puluhan kendaraan yang parkir liar ditertibkan lewat Operasi Cabut Pentil oleh petugas.

Usai penertiban rampung, rombongan petugas pun bergerak menuju wilayah Kelurahan Selong, dengan melintasi Jalan Kyai Maja. Waktu itu juga bertepatan dengan waktu istirahat para pekerja.

"Truk yang berada di bagian belakang iring-iringan dilempari oleh sejumlah pekerja proyek pembangunan gedung Kejaksaan," kata Satriadi dalam keterangannya, Senin (12/10).

Satriadi menyebut kejadian itu juga bertepatan dengan pasukan Satpol PP yang mendengar teriakan seorang ibu yang meminta pertolongan, para petugas pun segera turun guna memastikan situasi kondusif serta mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri.

Setelah mendatangi lokasi kerumunan, pihaknya mengklaim petugas menemukan assa merupakan pekerja proyek yang kendaraannya menjadi objek Operasi Cabut Pentil (OCP) penertiban parkir liar di depan Kolam Renang Bulungan.

Dia mengklaim para pekerja proyek itu tak terima karena kendaraannya menjadi objek OCP oleh para petugas saat penertiban parkir liar. Satriadi mengatakan para pekerja proyek itu tak terima kendaraannya dilakukan OCP karena menganggap lokasi itu merupakan tempat parkir yang disediakan pihak PT.

"Situasi sempat mereda, namun kemudian kembali memanas akibat provokasi dari massa yang berdatangan. Kondisi tersebut berujung pada aksi pelemparan ke arah petugas dan terjadinya kekerasan terhadap petugas di lokasi," ucap dia.

Satriadi juga mengatakan pada insiden tersebut, terdapat petugas yang mengalami luka saat berupaya melindungi anggota lainnya yang terjatuh dan nyaris menjadi sasaran pengeroyokan massa.

Setelah insiden, perwakilan manajemen PT PP mendatangi pihak Kec. Kebayoran Baru menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut serta menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas dampak kejadian, termasuk kerusakan maupun biaya pengobatan anggota yang terluka.

"Terkait penanganan kasus tersebut, pihak Satpol PP telah melaporkan oknum yang melakukan kekerasan kepada kepolisian. Para terduga pelaku juga telah teridentifikasi oleh pihak kepolisian untuk proses penanganan lebih lanjut," ujar Satriadi.

(mnf/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK