Heboh Semburan Lumpur 3 Meter Muncul di Surabaya, BPBD Buka Suara

CNN Indonesia
Selasa, 13 Okt 2026 20:17 WIB
Warga Surabaya dihebohkan dengan munculnya semburan setinggi tiga meter di saluran Jalan Dupak Rukun kawasan Exit Tol Dupak.
Semburan lumpur 3 meter hebohkan warga Surabaya.(Arsip BPBD Surabaya)
Surabaya, CNN Indonesia --

Warga Surabaya dihebohkan dengan munculnya semburan setinggi tiga meter di saluran Jalan Dupak Rukun kawasan Exit Tol Dupak, Selasa (13/10). Semburan yang awalnya diduga lumpur tersebut kini dipastikan berasal dari kebocoran pipa air bersih milik PT Petrokimia Gresik.

Peristiwa ini pertama kali diketahui publik lewat rekaman video yang diunggah akun Instagram @commandcenter112surabaya. Tampak jelas semburan air yang cukup deras muncul di lahan yang berbatasan langsung dengan area jalan tol.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya menyatakan laporan awal terkait kejadian di kawasan Jalan Dupak Rukun, Asemrowo tersebut diterima sekitar pukul 10.44 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menerima laporan dari warga melalui 112 terjadi semburan yang diduga awal adalah lumpur," ucap petugas BPBD Surabaya dalam video yang diunggah Instagram @commandcenter112surabaya.

Menindaklanjuti laporan warga, tim BPBD Surabaya langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan. Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, petugas menepis kekhawatiran warga soal ancaman semburan lumpur.

"Perkembangan terbaru hasil assessment awal dipastikan semburan tersebut bersumber dari kebocoran pipa air bersih dan bukan semburan lumpur," tulis keterangan video itu.

Ketua Tim Kerja Operasional Kedaruratan BPBD Surabaya Arif Sunandar membenarkan bahwa insiden tersebut murni luapan air bersih.

Ia juga meluruskan spekulasi terkait kepemilikan instalasi tersebut. Menurut Arif, pipa berdiameter sekitar 1 meter yang bocor itu bukan aset Perumda Air Minum Surya Sembada (PDAM), melainkan milik PT Petrokimia Gresik.

"Semburan ini air, bukan lumpur. Bukan saluran dari PDAM (Surabaya), tetapi Petro," kata Arif ketika dikonfirmasi.

Saat ini tim gabungan beserta pihak terkait masih berada di lokasi untuk menangani titik kebocoran. Arif memastikan kondisi sudah mulai terkendali dan debit air yang menyembur tidak lagi sebesar saat pertama kali dilaporkan.

"Sedang dikerjakan dan semburan sudah mengecil," pungkasnya.

(frd/dal)
placeholder