Kualitas Udara 3 Daerah Indonesia Masuk Kategori Hitam Imbas Karhutla

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 16:26 WIB
Kualitas udara di tiga daerah Indonesia masuk dalam kategori berbahaya atau hitam pada Rabu (14/10) imbas asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tiga daerah ini adalah Palangka Raya, Pangkalan Bun, dan Sintang. (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kualitas udara di tiga daerah Indonesia masuk dalam kategori berbahaya atau hitam pada Rabu (14/10) imbas asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tiga daerah ini adalah Palangka Raya, Pangkalan Bun, dan Sintang.

Data tersebut diperoleh dari pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika per pukul 13.00 WIB.

Kualitas udara ini dilihat dari tingginya konsentrasi partikulat PM2.5 di suatu daerah. Jika melebihi ambang batas > 250.5 µg/m3, maka daerah tersebut masuk ke dalam kategori berbahaya dengan penanda warna hitam.

Daerah dengan konsentrasi partikulat PM2.5 tertinggi di Indonesia hari ini adalah Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Konsentrasi partikulat PM2.5 Palangka Raya sendiri berada pada angka 3.340 µg/m3.

Angka ini mengalami peningkatan cukup tinggi hanya dalam waktu satu jam. Berdasarkan pantauan pukul 12.00 WIB, konsentrasi partikulat PM2.5 di Palangka Raya berada di angka 2.512 µg/m3.

Kemudian, daerah kedua dengan konsentrasi partikulat PM2.5 tertinggi di Indonesia adalah Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. PM2.5 di kota ini mencapai angka 378.8
µg/m3.

Terakhir dalam daftar ini adalah Sintang, Kalimantan Barat. Kabupaten ini mencatat konsentrasi partikulat PM2.5 di angka 307.2 µg/m3.

Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat merupakan dua dari enam provinsi prioritas penanganan karhutla di Indonesia.

Berdasarkan Dashboard informasi Penanganan Karhutla Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa (13/10), terdapat sejumlah titik panas dan titik api karhutla di kedua provinsi ini.

Di Kalimantan Tengah sendiri, tercatat sebanyak 3.835 titik panas dan 49 titik api yang masih menyala. Jarak pandang pun diperkirakan hanya sepanjang 200 meter.

Sementara itu, tercatat adanya 466 titik panas dan 10 titik api di Kalimantan Barat. Jarak pandang diperkirakan hanya sepanjang 200 meter hingga 7 km.

(mou/fra)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK