Mahastupa, Puncak Candi Borobudur Dipugar Lagi Setelah 115 Tahun lalu
Bagian puncak atau Yasti Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah resmi dipugar untuk pertama kalinya sejak 115 tahun lalu.
Pekerjaan ini menjadi pemugaran kedua terhadap puncak Candi Borobudur setelah terakhir kali dilakukan oleh Theodoor van Erp pada 1907-1911.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengatakan pemugaran oleh kementeriannya dilakukan untuk mengembalikan kekuatan pada bagian puncak candi.
"Jadi ini adalah pemugaran yang kedua untuk Mahastupa setelah dilakukan pemugaran di era kolonial dulu," kata Fadli di Benteng Vredeburg, Kota Yogyakarta, DIY, Rabu (14/10) malam.
Selain pemugaran Yasti, konservasi secara berkelanjutan juga dilakukan untuk menjaga kestabilan dan keutuhan Mahastupa atau stupa induk.
Fadli sebelumnya telah meninjau kondisi Mahastupa Candi Borobudur. Hasil kajian memang diperlukan penguatan setelah ditemukan adanya pergeseran susunan, rongga, hingga rekahan pada struktur batuan penyusun.
Selain itu, penggunaan semen pada masa lalu meninggalkan endapan kapur yang memicu proses penggaraman pada batuan. Kondisi ini dapat menyebabkan batu melunak dan berpotensi mengganggu kelestarian bangunan cagar budaya tersebut.
Bukan cuma pada bagian Mahastupa, penggaraman ini ternyata juga terlihat pada relief-relief candi yang tampak memutih.
"Kalau lumut itu kemudian ada pelunakan dari batu, nah ini ada penggaraman, sehingga banyak batu di sana itu perlu harus diperkuat, harus ada yang diisi lagi dan juga strukturnya terutama di Mahastupa juga perlu diperkuat," papar Fadli.
Saat ini, Kementerian Kebudayaan melakukan penanganan menggunakan teknologi laser untuk membersihkan endapan garam yang masuk ke pori-pori batu.
Proses tersebut dikerjakan secara manual dengan tetap memperhatikan standar konservasi agar tidak merusak material candi.
"Sekarang sedang kita treatment di atas dengan menggunakan laser, sangat manual," ujar Fadli.
Ia berharap proses konservasi bagian puncak Candi Borobudur dapat rampung sesuai target. Pengerjaan yang telah berlangsung sekitar dua minggu itu ditargetkan selesai pada 24 Oktober mendatang.
Setelah pemugaran dan konservasi bagian puncak rampung, Kementerian Kebudayaan juga berencana melakukan perawatan terhadap relief-relief Candi Borobudur. Namun, pengerjaan tersebut kemungkinan baru dimulai pada awal tahun depan.
"Mungkin tahun depan ya, awal tahun depan," tutur Fadli.
Fadli menegaskan, bahwa pemugaran Yasti ini tidak mencakup rencana pemasangan chattra di puncak Mahastupa.
Fadli bilang, pemerintah menerima aspirasi umat Buddha terkait rencana pemasangan chattra. Akan tetapi, keputusan mengenai pemasangannya untuk sekarang ini masih dikaji.
"Nanti kita akan diskusi lagi karena masih ada proses yang sedang kita lakukan dengan UNESCO ya, heritage impact assessment-nya sedang di dalam proses. Tapi kita sudah laporkan semua perkembangannya," pungkas Fadli.