Sherly Tjoanda: Asap Karhutla Kiriman dari Papua Perburuk Udara Malut

CNN Indonesia
Kamis, 15 Okt 2026 10:16 WIB
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyatakan kabut asap karhutla kiriman dari Papua turut memperburuk kondisi udara di wilayahnya. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyatakan kabut asap karhutla kiriman dari Papua turut memperburuk kondisi udara di wilayahnya.

Hal itu disampaikan Sherly setelah dirinya mendatangi kantor BMKG dan berdiskusi dengan Kepala BMKG Maluku Utara, Desindra Deddy Kurniawan, Kamis (14/10).

"Menurut penjelasan BMKG, selain kebakaran di Maluku Utara, asap kiriman dari Papua turut memperburuk kondisi. Jarak pandang turun di bawah 2.000 meter, sementara untuk normalisasi penerbangan dibutuhkan sekitar 3.800 meter," kata Sherly seperti dikutip dari unggahan di akun Instagramnya, Kamis (15/10).

Sherly mengatakan pada 12-13 Oktober hujan sudah mulai turun di enam kabupaten/kota di Maluku Utara. Sehingga, titik panas atau hotspot karhutla di wilayahnya pun mulai berkurang.

"Tersisa 2 kategori merah, 63 kuning, dan 4 hijau. Namun, beberapa lokasi kebakaran masih sulit dijangkau dan belum diguyur hujan," ujarnya.

Kata dia, sejak 9 September, pihaknya telah mengajukan dukungan water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kepada BNPB. Dukungan telah disetujui, bahkan helikopter sudah tiba di Ternate pada 14 Oktober.

"Kendalanya, kru water bombing dan pesawat OMC belum dapat mendarat akibat kabut asap. Sementara itu, asap dari luar wilayah juga memengaruhi kondisi udara kita. Kami terus mengupayakan percepatan kedatangan tim agar pemadaman dari udara dan intervensi cuaca dapat segera dilakukan," tutur Sherly.

Dalam kesempatan itu, Sherly turut mengapresiasi jajaran TNI, Polri, Kementerian PU, BNPB, BMKG, pemerintah kabupaten/kota, BPBD Provinsi dan seluruh petugas di lapangan.

"Saya memahami beratnya kondisi ini. Ada keluarga yang menunggu, perjalanan tertunda, aktivitas ekonomi terganggu, bahkan lahan sumber penghasilan masyarakat yang terbakar. Saat hujan mulai turun dan bantuan sudah tersedia, kita masih membutuhkan satu hal yang tidak sepenuhnya bisa kita kendalikan kondisi langit yang memungkinkan bantuan itu bekerja," ucap dia.

"Kita terus berikhtiar, dan saya sungguh berdoa semoga Allah memberi pertolongan-Nya. Hujan turun di wilayah kebakaran Maluku Utara dan Papua, jarak pandang membaik, dan tim segera bisa mendarat. Semoga segera ada jalan keluar. Api padam, asap hilang, langit kembali bersih, dan kehidupan masyarakat kembali normal," sambungnya.

(dis/gil)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK