Benyamin S Award Hidupkan Kembali Budaya Gotong Royong di Jakarta

CNN Indonesia
Kamis, 15 Okt 2026 18:16 WIB
Foto: CNN Indonesia/Bernadette Moureen
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia Endra S Atmawidjaja sebut ajang penghargaan Benyamin S Award (BSA) menjadi momentum untuk mengembalikan kebiasaan gotong royong.

Hal ini disampaikan Endra saat acara penjurian finalis BSA di Jakarta, Kamis (15/10).

"Gotong-royong, itu yang kita kembalikan, kita hidupkan lagi ke depan. Saya kira itu pesan yang kita bisa dapat dari BSA," kata Endra.

Salah satu juri BSA ini mengatakan Jakarta memiliki potensi yang luar biasa yakni selain bisa jadi kota global juga punya identitas lokal kuat.

"Dari penjurian hari ini kita melihat memang potensi Jakarta ini kan luar biasa, ya, menjadi kota global tapi juga punya identitas lokal yang kuat," katanya.

Identitas lokal ini menurutnya perlu dibangun bersama-sama dengan masyarakat, tak hanya oleh pemerintah.

Para lurah yang menjadi finalis BSA hari ini telah melakukan presentasi di hadapan dewan juri. Dalam presentasi tersebut, sepuluh lurah finalis menunjukkan program dan inovasi unggulan mereka di empat kategori, yakni bersih, nyaman, indah, dan sejahtera.

Endra pun melihat bahwa para lurah telah mengantongi kemampuan kepemimpinan yang bagus.

"Yang diperlihatkan oleh para lurah dengan leadership-nya itu sebuah orkestrasi yang bagus ya, sebuah wujud dari collaborative urban governance pada skala mikro," kata Endra.

Collaborative Urban Governancemerujuk pada tata kelola pemerintahan kota di mana berbagai pemangku kepentingan bekerja sama dalam mengambil keputusan dan melaksanakan kebijakan publik. Endra menyebut konsep tata kelola pemerintahan seperti ini di Indonesia dapat dikenal dengan istilah gotong royong.

Dengan adanya aspek ini, program BSA menurut Endra perlu dicontoh oleh daerah-daerah lain.

"Inisiatif BSA ini bisa direplikasi bukan hanya untuk Jakarta, tapi untuk kota-kota lain di Indonesia pada level RW, lurah, camat, wali kotanya bergotong-royong," jelasnya.

Wujud gotong royong ini banyak terlihat dalam pelaksanaan rangkaian acara Benyamin S Award. Misalnya, penyelenggaraan festival BSA di sepuluh kelurahan finalis tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan dari hasil kolaborasi pemerintah setempat bersama masyarakat hingga swasta.

"Tercermin kekompakan, partisipasi aktif masyarakat dan ini merupakan nilai plus bersumber dari creative financing, mengajak warga dan mitra untuk bersama-sama melaksanakan festival dengan creative financing," kata Kepala Biro Kerja Sama Daerah Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta Tona Hutauruk.

Pemprov DKI Jakarta melalui Biro Kerja Sama Daerah Sekretariat Daerah (Setda) merupakan pelaksana dari ajang penghargaan Benyamin S Award.

BSA hadir sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan bagi kelurahan yang berkomitmen mewujudkan Jakarta yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera.

Khususnya menuju lima abad Jakarta, Pemprov DKI Jakarta hendak memperkuat pembangunan kota melalui kepemimpinan lurah, inovasi lokal, serta partisipasi aktif warga.

(mou/sur)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK