Pramono: Kualitas Udara Jakarta Memburuk 2-3 Hari Ini

CNN Indonesia
Jumat, 16 Okt 2026 12:57 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ungkap udara di Jakarta berada selama tiga hari belakangan tercatat dalam kondisi yang semakin buruk. CNN Indonesia/Kayla Nabima
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan kualitas udara di Jakarta selama tiga hari belakangan tercatat dalam kondisi yang semakin buruk.

"Memang sekarang ini dalam 2-3 hari ini kondisi asap kita, kondisi udara kita mengalami kondisi yang memburuk," ujar Pramono di Jakarta Utara, Jumat (16/10).

Pramono menyebut data kualitas udara ini ia peroleh melalui alat pemantau emisi yang dimiliki Jakarta. Sehingga, informasinya tidak hanya bergantung pada data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

"Jakarta mempunyai pemantau untuk emisi itu jumlahnya ratusan. Sebenarnya tanpa dari BMKG aja datanya sudah ada. Penegasannya bahwa ini cuacanya memburuk," ujarnya.

Ia mengaku sempat menahan keinginan untuk menyampaikan informasi ini sejak beberapa hari lalu karena tak ingin menjadi polemik terkait penyebab di balik kualitas udara memburuk di Jakarta.

"Dari tiga hari yang lalu saya ingin menyampaikan kepada publik, tetapi saya tidak ingin kemudian ini malah menjadi pro-kontra, apakah ini disebabkan oleh apa?" ungkapnya.

Pramono menegaskan bahwa dirinya tidak menyalahkan siapapun untuk kondisi udara di Jakarta.

Siapkan mitigasi

Pramono menyatakan pihaknya telah mempersiapkan sejumlah mitigasi untuk menangani kondisi udara yang semakin buruk di Jakarta.

"Saya sudah memerintahkan kepada jajaran Kadinkes (Kepala Dinas Kesehatan), terutama rumah sakit,dan juga puskesmas, pembantu puskesmas, untuk mereka bersiap diri," ujar Pramono.

Ia menyatakan bahwa persiapan tersebut hadir dalam bentuk pemberian bantuan untuk mengobati penyakit yang berkaitan dengan gangguan pernapasan.

"Bersiap diri memberikan bantuan sepenuhnya bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan ataupun hal-hal yang lain yang berkaitan dengan kondisi udara yang seperti ini," jelasnya.

Pramono pun menyatakan upaya mitigasi ini sudah diperintahkan ke sebanyak 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 pembantu puskesmas.

Oleh karena itu, ratusan fasilitas kesehatan tersebut dilaporkan sudah bersiaga untuk menangani efek dari kondisi udara Jakarta.

Sebelumnya, beberapa pengguna Threads sempat menyampaikan kekhawatirannya terkait kualitas udara Jakarta. Di tengah kondisi di mana asap karhutla melanda sejumlah wilayah Indonesia, mereka pun mempertanyakan apakah asap tersebut telah sampai ke ibu kota.

"Ngerasa enggak kok akhir-akhir ini udara Jakarta polusinya makin parah, apa ini juga dampak karhutla?" tulis seorangnetizen di Threads, Rabu (14/10).

"Asap karhutla sepertinya turun ke Jakarta ya hari ini atau polusi-nya memang lagi meningkat? Agak mendung (vision berkurang) tapi masih merasa gerah juga," sambung netizen lainnya.

Terkait hal ini, Sekretaris Utama BMKG Guswanto menyebut wilayah Jakarta dan Jabodetabek tidak masuk dalam area sebaran asap. Kondisi ini ditandai dengan garis putus-putus berwarna merah muda pada peta BMKG.

"Namun, BMKG menegaskan bahwa asap tersebut belum terpantau mengarah ke Jakarta,"ujar Guswanto seperti dikutip detikcom, Rabu (14/10).

(mou/gil)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK