Tim Ahli Gubernur Kalimantan Timur Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Sudarno angkat suara terkait video viral ajudan yang menyenggol demonstran dari GMNI Samarinda.
Sudarno membenarkan insiden senggolan yang diduga disengaja ajudan Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud bernama Aski. Ia menyebut peristiwa itu terjadi saat Rudy hendak melaksanakan salat Magrib di Masjid Nurul Mukminin, pada Senin (19/10).
Ia menjelaskan demonstrasi yang dilakukan GMNI digelar sejak sore hari. Hanya saja, diakuinya Gubernur belum sempat menemui peserta aksi lantaran sedang ada banyak kegiatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, kata dia, massa berkumpul di area kawasan masjid yang menjadi lokasi pembubaran aksi. Pada saat bersamaan, Rudy hendak menuju masjid untuk menunaikan salat.
"Pada saat Pak Gubernur masuk, sebenarnya sudah diadang sama teman-teman itu. Walaupun ada celetukan-celetukan kecil," ujarmya dikutip dari detikcom, Selasa (20/10).
Ia menilai kondisi itulah yang kemudian memicu reaksi dari ajudan gubernur. Dalam insiden yang terekam video dan beredar di media sosial, seorang demonstran perempuan disebut mengalami kontak fisik hingga ponselnya terjatuh
Sudarno mengakui reaksi ajudan bernama Aski tersebut keliru. Menurutnya tindakan fisik terhadap demonstran tidak dapat dibenarkan meskipun terjadi dalam situasi yang memanas.
"Kontak fisik yang dilakukan Aski (ajudan) itu tidak ada yang dibenarkan, enggak ada yang membenarkan," tuturnya.
Meski begitu, ia memandang insiden dorongan itu perlu dilihat secara objektif. Menurutnya, tindakan ajudan dan situasi yang terjadi saat massa mendekati gubernur sama- sama perlu dievaluasi.
"Kalau bicara salah, kalau mau objektif dan fair, itu salah dua-duanya," katanya.
Sudarno menyebut penyampaian protes di lingkungan masjid juga perlu memperhatikan situasi dan fungsi tempat ibadah tersebut.
"Teman-teman yang mengadang Pak Gubernur memvideo celetuk tentang demonya itu kan gitu ya dan di masjid itu juga enggak benar," terangnya.
Kendati demikian, Sudarno menegaskan hal tersebut tidak membenarkan tindakan fisik yang dilakukan Aski. Ia mengklaim pelaku juga telah menyampaikan permintaan maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
"Yang bersangkutan juga tadi sudah saya konfirmasi dan meminta permohonan maaf atas kejadian tersebut, dan semoga tidak terulang lagi," pungkasnya.