Karhutla Arjuno-Welirang Rusak 10 Km Pipa Air 3 Desa di Pasuruan

CNN Indonesia
Rabu, 21 Okt 2026 18:13 WIB
Kebakaran hutan di Gunung Arjuno-Welirang merusak jaringan pipa air bersih di Pasuruan. (ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)
Surabaya, CNN Indonesia --

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Arjuno-Welirang merusak 10 kilometer jaringan pipa air bersih milik warga tiga desa di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Laporan penanganan mencatat, kerusakan pipa di Desa Tambaksari mencapai sepanjang 4.000 meter, Desa Jatiarjo sepanjang 3.750 meter, dan Desa Dayurejo sepanjang 2.510 meter.

Akibat kejadian itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut pemenuhan air bersih warga sebagai prioritas penanganan karhutla di kawasan tersebut.

"Kita juga harus menjaga sumber air dan memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi," kata Khofifah dalam keterangannya, Rabu (21/10).

Khofifah menjelaskan pembagian peran antara pemkab dan pemprov. Pemkab Pasuruan, kata dia, sudah memetakan titik pipa yang terdampak dan merencanakan pengeboran sumur.

"Ada ikhtiar yang akan sama-sama kita lakukan, kalau sumur bor nanti Pak Bupati kalau Pemprov karena kita sudah melakukan di banyak tempat," ujarnya.

"Itu kalau sumbernya ada kita tarik melalui pipa dan sama-sama kita ikhtiarkan, intinya pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat semaksimal mungkin kita ikhtiarkan untuk bisa terpenuhi," tambahnya.

Sementara untuk penanganan jangka pendek, Khofifah menyebut, BPBD Jatim dan BPBD Kabupaten Pasuruan akan terus menyuplai air bersih ke warga.

"Jangka pendeknya memang dropping air bersih tapi jangka panjangnya memang harus ada katakan sumur atau kalau ada sumber kita tarik dengan pipa," terangnya.

Selain pemulihan jaringan distribusi, Khofifah mengatakan pihaknya juga akan melakukan perlindungan sumber mata air dan daerah penampung air. Sebab kerusakan vegetasi di kawasan tersebut berpotensi mengganggu fungsi tata air yang menopang kebutuhan masyarakat di desa-desa penyangga.

Di lapangan, pemadaman belum selesai. Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur mencatat 493 personel gabungan memadamkan api pada 13-19 Oktober 2026 di Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

Hingga Selasa (20/10) malam, petugas masih mendeteksi 92 titik panas atau hotspot di kawasan Tahura R Soerjo. Khofifah menyatakan pemprov telah meminta bantuan helikopter untuk water bombing, ke pemerintah pusat.

"Kita sudah mengkomunikasikan agar mendapatkan perbantuan heli untuk melakukan water bombing, saya rasa kalau ada water bombing kita bisa lebih efektif dan tentu hujan," katanya.

(frd/isn)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK