Pelajar Kelas 5 SD di NTT Tewas Tergantung Diduga Akhiri Hidup Sendiri
Seorang pelajar kelas 5 Sekolah Dasar (SD) berinisial AP berusia 12 tahun di Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan tewas tewas tergantung diduga akhiri hidup sendiri.
Kapolres Sikka, AKBP. Bambang Supeno mengatakan korban ditemukan tewas dalam kondisi tergantung, Selasa (20/10) malam.
"Korban warga Dusun. Lirikelan RT 017, RW 006, Desa. Watuwutik, Kecamatan Nita, Sikka," ujarnya dalam keterangannya tertulis, Rabu (21/10).
Dia menjelaskan korban pertama kali ditemukan tewas tewas tergantung oleh ibu kandungnya yakni AJ (33) di dapur rumah mereka. Korban menggantung diri di tiang pada atap dapur menggunakan tali rafia warna hitam.
"Menurut keterangan ibu korban yang telah dimintai keterangan Ibu korban menemukan korban sudah dalam posisi tergantung di tiang pada atap dapur menggunakan tali rafia berwarna hitam," jelas Bambang.
Dari hasil pemeriksaan, ibu korban menyampaikan pada Selasa (20/10) sekitar pukul 19.00 Wit saat itu sedang meniduri adik korban yang berusia 5 tahun. Setelahnya ibu korban bangun sekitar pukul 21.00 Wit dan menuju ke dapur dan mendapati korban telah tewas tergantung diduga akhiri hidup sendiri..
Menurut Bambang, ibu korban juga menyampaikan bahwa pada Selasa (20/10) sekitar pukul 07.00 Wita, korban sempat meminta kepada ibunya telepon seluler untuk dibawa ke sekolah. Tapi permintaan tersebut tidak dipenuhi.
"Sekitar pukul 07.00 Wita, korban meminta handphone kepada ibu korban atau saksi 1 untuk di bawah ke sekolah, namun tidak diperbolehkan oleh ibu korban," kata Bambang.
Bambang menuturkan selain memeriksa ibu korban sebagai saksi, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi lainnya yakni seorang lansia tetangga korban, Antonius Dala (66).
Saksi tersebut menerangkan saat ke TKP, korban sudah dipelukan ibunya namun masih dalam kondisi bernapas. Kemudian menggunakan mobil pikap, korban sempat dilarikan ke RSUD TC. Hillers Maumere. Namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan.
Menurut Bambang, setelah mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Nita dan Inafis Polres Sikka langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Sudah langsung dilakukan oleh TKP dan mengamankan beberapa barang bukti," tutur Bambang.
Bambang menambahkan, dari keterangan guru di SD Negeri Lirikelang tempat korban bersekolah, korban tidak menunjukkan perilaku yang mencurigakan dan masih mengikuti kegiatan belajar di kelas pada Selasa pagi.
Meski keluarga menolak agar jenazah diautopsi, pihak kepolisian masih terus mendalami motif dari kasus tewas tergantung diduga akhiri hidup sendiri. tersebut.
"Tetap didalami untuk mengungkap motifnya," kata Bambang.
Lihat Juga : |