Gempa Daratan M5,2 di Lebong Bengkulu, Guncangan Capai Skala III MMI

CNN Indonesia
Kamis, 22 Okt 2026 19:23 WIB
Ilustrasi. Gempa bumi tektonik M5,2 di wilayah daratan Lebong, Bengkulu, Kamis (22/10) sore. (Istockphoto/Petrovich9)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gempa bumi tektonik dengan kekuatan Magnitudo (M) 5,2 terjadi di wilayah daratan Lebong, Bengkulu, Kamis (22/10) sore. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Dalam keterangannya, berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa yang terjadi pukul 17.57 WIB itu, "Memiliki parameter update dengan magnitudo M5,2 pada kedalaman 113 km." 

Pusat gempa di permukaan bumi atau episentrum berada di darat sekitar 13 kilometer barat laut Lebong.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," demikian pernyataan Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam siaran pers, Kamis malam.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas deformasi batuan dalam lempeng (intra-slab). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip)," imbuhnya.

Dia menyatakan berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu) di Kota Bengkulu, Arga Makmur, dan Curup.

"Hingga pukul 18.15.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)," kata dia.

Dia memastikan BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.

(kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK