Keluh Dosen hingga Warga Tiga Bulan Palembang Dibekap Asap Karhutla
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setidaknya sudah hampir 3 bulan menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Hal itu membuat aktivitas warga terganggu total dari mulai kegiatan aktivitas sehari-hari hingga kesehatan.
Seorang dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang, Imam Warmasnyah, mengeluhkan perkuliahan yang terpaksa dilakukan secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat pekatnya kabut asap. Menurutnya, cara tersebut tidak efektif.
"Pastinya kabut asap ini sudah sangat terlalu lama dibiarkan, meskipun berbagai upaya sudah pernah ada tapi faktanya saking lamanya ini sangat mengganggu semua lini terutama di kampus," ujar Imam, Kamis (22/10).
"Di Palembang ini sangat terasa dampaknya, kuliah kita online, PJJ tapi tidak efektif, tidak maksimal, sehingga banyak hal-hal yang tertunda gara-gara kabut asap ini," keluhnya.
Ia meminta pemerintah mencari solusi yang efektif, bukan sekadar uji coba yang mengulur waktu.
"Kita berharap pastinya pemerintah untuk lebih benar-benar mencari solusi yang efektif dan menghindari segala macam uji coba-uji coba yang hanya mengulur waktu saja. Kami khawatir bukan hanya pendidikan, ekonomi, tapi juga akan berimbas kepada dunia politik," tegasnya.
Keluhan serupa disampaikan warga yang rutin berolahraga pagi, Rasya. Ia mengatakan aktivitas olahraganya sangat terganggu akibat kabut asap.
"Kalau saya tiap pagi olahraga, tapi kabut asap ini sangat mengganggu aktivitas kami, mata jadi perih, napas sesak, tenggorokan kering," ujar Rasya.
Ia menambahkan, kabut sempat hilang beberapa hari setelah penaburan dry ice, namun kembali lebih parah.
"Sempat hilang beberapa hari habis dry ice, tapi hari ini malah lebih parah dari kemarin. Saya berharap semoga kabut asap ini pulih kembali, karena sudah hampir 3 bulan seperti ini," harapnya.
Saat ini, warga hanya bisa berharap pemerintah mencari solusi jangka panjang, bukan hanya mengandalkan tabur dry ice yang hanya bertahan 3 hari, agar kualitas udara di Palembang kembali bersih dan sehat.
(hnf/isn)