Pemprov Jabar Kerahkan Water Bombing Padamkan Karhutla Gunung Ciremai

Pemprov Jabar | CNN Indonesia
Sabtu, 24 Okt 2026 13:40 WIB
Gubernur Jawa Barat. Dedi Mulyadi. (Foto: CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) hadir langsung memantau proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai Kuningan pada Jumat (23/10).

Menggunakan helikopter water bombing untuk penanganan intensif, kebakaran akhirnya dinyatakan relatif selesai dipadamkan setelah dua hari.

"Hari ini heli sudah pakai water bombing sudah turun. Tadi saya keliling naik heli memastikan titik-titik prioritas, dan (kebakaran) itu sudah menurun," ujar KDM di Gedung Pakuan, Jumat (23/10).

Berdasarkan hasil pemantauan udara, luas area yang terbakar tidak sampai 60 hektare seperti isu yang beredar.

"Yang terbakar 30 hektar. Yang tersisa setelah kemarin ditangani tinggal 20 persen lagi. Itu pun pada titik-titik api yang tidak terlalu rawan," kata Gubernur.

Untuk memastikan api tidak meluas, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengerahkan helikopter bantuan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan), Mabes TNI, Angkatan Udara, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan water bombing di titik-titik sulit dijangkau.

KDM menjelaskan, medan Gunung Ciremai berbeda dengan Kalimantan. Jika di Kalimantan api menjalar ke samping, api di Ciremai merambat ke atas dengan sumber air yang terbatas.

Untuk mengatasinya, Pemprov menerapkan strategi menyekat dengan memfungsikan kembali kanal alami di hutan.

"Ternyata hutan itu secara alaminya ada sungai yang menjadi kanal. Kanal itu sudah ada. Hari ini ada 500 orang yang saya gerakkan untuk memfungsikan kembali kanal. Diangkatin sampah-sampahnya sehingga nanti kalau ada air turun akan menutupi aliran kanal sehingga kalau ada kebakaran enggak bisa nyebrang," tuturnya.

Lebih jauh, KDM mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar menjelang musim tanam November.

"Ya mungkin ada yang bakar ilalang, karena umum (dilakukan) menjelang November. Kan orang biasa, petani suka nanam. Jadi nanti tidak boleh lagi," pungkas Gubernur KDM.

(rea/rir)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Kapolri Lapor Ke Prabowo Soal Kahutla

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK