BSA Jadi Momentum bagi DKI Susun Peta Wisata Jakarta dan Data Terpadu

Pemprov DKI | CNN Indonesia
Minggu, 25 Okt 2026 13:10 WIB
Ajang Benyamin S Award 2026. (Foto: CNNIndonesia/Adi ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Benyamin S Award (BSA) sebagai ajang penghargaan kelurahan se-DKI Jakarta turut menjadi instrumen strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menata informasi publik, antara lain untuk merumuskan integrasi data wilayah yang dapat diakses secara transparan.

Kepala Biro Kerja Sama Daerah (KSD) Setda Provinsi DKI Jakarta, Tona Hutauruk, menjelaskan bahwa setelah proses penilaian kompetisi kelurahan rampung, pemerintah daerah akan meluncurkan sejumlah panduan dan data publik terpadu.

Data ini disiapkan agar warga dan wisatawan bisa lebih mudah bepergian, serta mengetahui kondisi fasilitas umum secara jelas.

"Jadi nanti akan diterbitkan peta wisata Jakarta, kemudian data taman mana yang beroperasi 24 jam dan secara baik secara bagaimana, data kebersihan sampah," ujar Tona.

Seluruh informasi komprehensif itu kemudian akan disatukan ke dalam satu platform data bersama. Integrasi ini bertujuan agar berbagai pihak, mulai dari pelaku industri pariwisata hingga warga yang mencari ruang terbuka hijau, bisa mendapatkan akses informasi secara cepat, akurat, dan terbarukan.

Pengumpulan data wilayah ini dilakukan bersamaan dengan seleksi Benyamin S Award yang menyaring 10 kelurahan finalis dari total 267 kelurahan di DKI Jakarta.

Dalam penilaiannya, dewan juri tidak hanya melihat keindahan fisik wilayah, tetapi juga cara aparatur kelurahan memanfaatkan teknologi terapan serta mengelola lingkungan secara mandiri.

Kehadiran platform data terpadu ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan transformasi Jakarta menjadi kota global yang berbasis keterbukaan informasi.

Dengan pengelolaan data yang rapi dan terpusat, pemerintah daerah berharap partisipasi masyarakat dalam memantau dan merawat lingkungan dapat meningkat secara signifikan.

Penyelenggaraan BSA membuktikan bahwa inovasi di tingkat kelurahan mampu merembes ke dalam kebijakan tata kelola kota yang lebih luas. Melalui pemanfaatan teknologi dan keterbukaan informasi, Jakarta berambisi membangun ekosistem perkotaan yang modern, inklusif, dan ramah bagi seluruh kalangan.

Langkah pengelolaan wilayah dari tingkat tapak ini sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengenai pentingnya peran pemerintah lintas tingkat.

Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, menyampaikan bahwa fokus utama pengarahan tersebut terletak pada penguatan kapasitas di tingkat kelurahan.

"Pak Gubernur dan Pak Wagub menyampaikan bahwa yang utama adalah bagaimana pemerintah kota sampai dengan kelurahan itu bisa menggerakkan semua potensi yang ada di masyarakatnya," kata Sigit.

BSA hadir untuk menindaklanjuti arahan tersebut. Penilaian tidak berfokus pada perbandingan tingkat kemajuan antarkelurahan semata, melainkan menyasar kategori-kategori pembangunan dasar.

"BSA ini kan yang didorong tidak hanya sekadar komparatif dalam hal kemajuan sebuah wilayah kelurahan, tetapi pada hal-hal yang basis, soal kebersihan, kenyamanan, keindahan, bahkan ini ada teknologi-teknologi terapan yang bisa dilakukan oleh masyarakat di wilayah kelurahan," jelas Sigit.

Rangkaian kegiatan BSA sendiri telah dimulai sejak September 2026. Dari 52 peserta awal, dewan juri menyaring peserta menjadi 25 hingga kini mengerucut menjadi 10 finalis yang mengikuti penjurian presentasi.

Sepuluh kelurahan finalis tersebut adalah Kelurahan Kebon Sirih, Kelapa Gading Timur, Srengseng, Sukabumi Utara, Taman Sari, Kebon Baru, Cilandak Barat, Utan Kayu Selatan, Malaka Sari, dan Pulau Panggang.

Pemenang ajang ini akan diumumkan pada Malam Puncak Benyamin S Award yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober mendatang.

(rea/rir)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK