Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, melaporkan sebanyak 520 rumah warga mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung yang melanda tiga desa di Kecamatan Padalarang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Barat, Yoga Ali Imbran, menyebutkan ratusan rumah yang terdampak tersebar di Desa Padalarang sebanyak 398 unit, Desa Jayamekar 95 unit, dan Desa Kertajaya sebanyak 27 unit.
"Hingga pencatatan hari ini, total 520 unit rumah rusak akibat bencana angin puting beliung, itu tersebar di tiga desa yakni Padalarang, Kertajaya, dan Jayamekar," katanya saat dikonfirmasi di Bandung Barat, Selasa (27/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan tingkat kerusakannya, di Desa Padalarang terdapat 139 rumah rusak ringan, 161 rumah rusak sedang, dan 98 rumah rusak berat. Sementara itu, Desa Jayamekar mencatat 71 rumah rusak ringan dan 24 rumah rusak berat. Adapun di Desa Kertajaya, kerusakan meliputi 14 rumah rusak berat, empat rumah rusak sedang, serta sembilan rumah rusak ringan.
Selain permukiman warga, bencana tersebut turut mengakibatkan kerusakan pada sembilan fasilitas umum. Sebanyak tujuh bangunan berada di Desa Padalarang, sedangkan dua bangunan lainnya terletak di Desa Kertajaya.
Sejumlah fasilitas publik yang terdampak di antaranya masjid, madrasah, posyandu, kantor ketahanan pangan, serta bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Yoga menjelaskan, proses pendataan dan penilaian kerusakan telah dilakukan sejak Senin (26/10). Kegiatan tersebut melibatkan BPBD, perangkat desa, kepala dusun, relawan Desa Tangguh Bencana (Destana), pengurus RT dan RW, serta warga di wilayah terdampak.
Selain mendata kerusakan, petugas gabungan bersama masyarakat juga melakukan pembersihan di lokasi bencana untuk menyingkirkan material bangunan yang roboh akibat angin kencang.
"Petugas gabungan bersama warga masih bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh akibat terjangan angin," katanya.
BPBD Kabupaten Bandung Barat mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya hujan lebat yang disertai angin kencang.
Kondisi cuaca tersebut berpotensi memicu berbagai bencana, seperti pohon tumbang, kerusakan bangunan, banjir, hingga tanah longsor.