Pemkab Aceh Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

CNN Indonesia
Sabtu, 31 Okt 2026 12:00 WIB
Sejumlah warga melintasi banjir yang merendam Desa Napai, Woyla Barat, Aceh Barat, Aceh, Sabtu (5/11/2022). Data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebutkan banjir yang disebabkan tingginya intensitas hujan dan meluapnya sejumlah sungai di K
Ilustrasi banjir di Aceh. (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari menyusul banjir yang merendam dua desa di Kecamatan Trumon Tengah.

Bupati Aceh Selatan Mirwan MS mengatakan keputusan tersebut diambil setelah meninjau sejumlah lokasi terdampak dan mempelajari laporan kejadian banjir di wilayah tersebut.

"Kami meninjau beberapa titik banjir di Kecamatan Trumon Tengah serta membaca semua laporan, sehingga kami tetapkan status tanggap darurat banjir," kata Bupati Aceh Mirwan MS di Aceh Selatan, Sabtu (31/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan melaporkan sebanyak 112 warga dari Gampong Cot Bayu dan Gampong Lhok Raya, Kecamatan Trumon Tengah, terpaksa mengungsi akibat banjir.

Banjir merendam kedua desa tersebut dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 60 sentimeter. Warga terdampak mengungsi ke Kompi Brimob dan rumah kerabat untuk menghindari kemungkinan banjir susulan.

Mirwan mengatakan penetapan status tanggap darurat bertujuan mempercepat penanganan bencana sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah. Terlebih, terdapat prakiraan curah hujan tinggi yang berpotensi memicu banjir susulan dalam beberapa hari ke depan.

"Saya sudah menginstruksikan seluruh jajaran dan satuan tugas penanggulangan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan," kata Mirwan.

Dia juga mengimbau masyarakat, khususnya warga di kawasan rawan bencana, agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian kebutuhan pokok secara berlebihan di tengah situasi darurat.

"Menghadapi kondisi saat ini pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan tanpa panik. Jangan sampai ada tindakan panik membeli yang hanya merugikan semua di tengah situasi darurat ini," kata Mirwan.

Di sisi lain, Pemkab Aceh Selatan telah menyalurkan bantuan masa panik bagi warga terdampak banjir. Bantuan tersebut diserahkan Mirwan di posko pengungsian Kompi Brimob, Gampong Ie Jerineh, Kecamatan Trumon Tengah.

"Bantuan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah untuk masyarakat yang terdampak banjir di Lhok Raya dan Gampong Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Bantuan yang diberikan meliputi beras, air mineral, minyak goreng, mi instan, family kit, pakaian anak-anak, selimut, kain, sarung, sarden, kecap, saus, biskuit, makanan siap saji, hingga mukena.

"Bantuan tersebut untuk meringankan beban warga terdampak banjir. Pemerintah daerah juga sudah menyiapkan dapur umum di tenda pengungsian," Mirwan MS.

Sementara itu, Keuchik atau Kepala Desa Lhok Raya Rasi Riadi mengatakan banjir dipicu robohnya tanggul Sungai Lae Soeraya. Akibatnya, air sungai meluap dan menggenangi rumah-rumah warga.

Menurut Rasi, warga memilih mengungsi karena khawatir ketinggian air kembali meningkat akibat banjir susulan.

"Kami berharap Pemkab Aceh Selatan membangun kembali tanggul sepanjang 210 meter yang roboh. Tanggul roboh tersebut menyebabkan pemukiman penduduk tergenang air dari Sungai Lae Soeraya," kata Rasi Riadi.

(antara/isn)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA